Penghinaan wartawan, akan ditindak lanjuti

Bambang Heri Setyono ( Baher ) Kepala Desa Wage

Sidoarjo, Wartapos.id – Terkait penghinaan profesi yang dilakukan oleh oknum Kepala Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo mendapatkan respon negatif dari kalangan pewarta baik lokal maupun nasional.

kronologi kejadian terjadi pada saat team pewarta mencoba untuk klarifikasi masalah pengurukan makam di wilayah desa Wage, Bambang Hari Setyono atau yang akrab dipanggil Baher selaku kepala desa Wage sempat melontarkan kata kata yang dianggap menghina profesi wartawan.

“Wartawan Kemplo” kata yang terucap oleh Baher didepan Tim investigasi Wartapos saat mengkonfirmasi permasalahan makam, hal ini langsung di ingatkan oleh salah seorang pewarta kalo kata tidak pantas tersebut tidak seharusnya di ucapkan, disinyalir kata kata tersebut ditujukan untuk merendahkan martabat profesi seorang jurnalis yang nota bene dalam tugasnya dilindungi oleh undang undang.

tentu saja hal ini bisa melanggar undang undang pencemaran nama baik yang dituangkan pada Pasal 310 ayat (1) yang berbunyi:
“Barangsiapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu perbuatan, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500,-”

serta melanggar UU RI No. 40 tahun 1999 dalam pasal 18 yang berbunyi “setiap orang yang secara melanggar hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan pada pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau dengan denda paling banyak Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah)

Hendra salah seorang pewarta dari media online saat dihubungi via telepon mengatakan “perkataan (wartawan kemplo) itu jelas melukai perasaan, apalagi diucapkan oleh kepala desa didepan pewarta” pungkasnya singkat.

“Rencananya masalah ini akan terus dilanjutkan dan diproses menurut prosedur hukum yang berlaku hingga masalah ini benar benar clear” ungkap salah seorang team investigasi Wartapos.

 

Reporter : Toan / Tim