Jatim

Baru Selesai Direhab, Atap SDN 04 Klakah Ambruk

SDN 04 Klakah yang atapnya Ambruk
Lumajang Wartapos.id – Bangunan dua ruang kelas SDN Klakah 04 Desa / Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur ambruk, Kejadian itu baru diketahui oleh warga setempat sekira jam 4:30 wib dini hari, yang kemudian dilaporkan ke kepala sekolah. kamis (06/12/2018)

kejadian tersebut sempat membuat warga terkejut, dimana atap dua ruang yang runtuh itu, diketahui baru sekitar 1 bulan usai direhabitasi, dengan anggaran Rp. 193.050.000, dengan pelaksana CV. AGA dan sebagai konsultan pengawas CV. Prima Graha.

Pada nambor yang saat itu diletakkan di ruang guru, tertulis jangka waktu pelaksanaan rehabilitasi itu berlangsung selama 90 hari kalender, terhitung sejak 30 Juli sampai dengan 25 Oktober 2018.

nambor yang masih diletakkan didalam ruangan guru sekolah

Hanya tersisa puing reruntuhan, dan dinding yang retak. Seluruh meja dan kursi didua ruang kelas itu, seluruhnya tertimbun reruntuhan material atap. Dan kerusakan diperkirakan mencapai kisaran diatas 90%.

Menurut Buasan Arifin, Kepala Sekolah SD 04 Klakah memperkirakan runtuhnya atap di dua ruang kelas itu terjadi pada jam 01:00 wib dini hari tadi.

“Saya baru mengetahui sekitar jam 04:30wib tadi. Ada warga yang WA saya,” kata dia.

Ia menduga, hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam kemarin, menjadi pemicu kejadian itu.

Selebihnya ia meminta kepada CV pelaksana, agar diperbaiki kembali secara utuh seperti semula karena menurutnya, runtuhnya atap tersebut terjadi disaat masa perawatan.

“Akibat kejadian itu, murid didua ruang kelas tersebut dipindahkan ke ruang kelas yang lain. Ada yang di perpustakaan dan di musholah karena saat ini mereka sedang ujian,” tukas kepala sekolah.

Sementara itu direktur CV AGA H. Heru Selaku pelaksana proyek di SDN Klakah 04 terkait runtuhnya atab bangunan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengerjakannya sesuai rab bestek dan kemarin memang terjadi hujan yang sangat lebat.

“Yang jelas kemarin itu hujan lebat tapi yang pasti kita sudah mengerjakan sesuai Rab Bestek” Ujarnya.

“pihak dinas pendidikan dan pihak terkait sudah menyatakan bahwa tembok itu sudah lama”, tambah H. Heru.

Heru menerangkan bahwa pihaknya hanya mendapat RAB atap dan balok gantung depan.

“ini pekerjaan rehab, saya hanya mendapat RAB untuk atap dan balok gantung depan saja, namun untuk kelanjutannya kita akan duduk bersama dengan pihak Dinas pendidikan serta pihak terkait bagaimana kedepannya nanti” Pungkasnya (nzr/war)

 

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button