Belum Ada Tindak Lanjut, Pembangunan Kampus UNEJ Di Lumajang Menuai Polemik, Ini Tanggapan DPRD

Lumajang Wartapos.id – Pembangunan gedung kampus UNEJ (Universitas Negeri Jember) di Lumajang tepatnya di Kecamatan Klakah (Prayuana) yang menghabiskan anggaran milyaran rupiah dari APBD tahun 2021, kini menyisakan polemik, pasalnya pembangunan tahap awal gedung tersebut sudah rampung dibangun, namun hingga kini belum ada pembangunan tahap berikutnya, dan nampaknya gedung tersebut belum bisa dimanfaatkan sebagai kampus.
Pantauan dilokasi gedung tersebut sudah banyak kerusakan mulai dari kaca hingga plafon atap, namun belum ada tanda – tanda adanya perbaikan dan bahkan pembangunan tahap selanjutnya.
Wakil Ketua DPRD Lumajang dari fraksi PPP H.Akhmat ST. menyampaikan bahwa awal mula terjadinya perencanaan pembangunan gedung Unej yang ada di Prayuana itu salah satu tujuan pemerintah daerah adalah ingin menghidupkan perekonomian diwilayah utara.

“UNEJ sudah melakukan MoU (kerjasama.red) dengan pemerintah salah satunya, UNEJ mau menempati asal sarana dan prasarana memadai, oleh sebab itu pemerintah berupaya melakukan pembangunan yang kesemuanya yang melakukan pembangunan leding sektornya ada di dinas PU (Pekerjaan Umum),” Ujar H.Akhmat ST. rabu (24/04/24).
“Sekali lagi tujuan pemerintah adalah ingin adanya pemertaan tidak urusan ekonomi saja, melainkan pendidikannya juga merata, ingin menghidupkan wilayah utara itu intinya,” Imbuh Wakil Ketua DPRD ini.
Disinggung terkait kerjasama lanjutannya perihal pembangunan gedung UNEJ tersebut, H. Akhmat ST mengatakan pihaknya akan segera mengagendakan dalam waktu dekat akan mengundang pihak pemerintah dan pihak UNEJ untuk kita klarifikasi.
“Alasan dari pemerintah kemarin itu, begitu mau dilanjutkan pembangunan tahap II, ada musibah yang namanya covid, akhirnya tidak bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Terpisah, Sekda Kabupaten Lumajang Agus Triyono saat dikonfirmasi perihal kelanjutan pembangunan gedung UNEJ di Klakah ini menyampaikan bahwa akan dilanjutkan dan jika sudah sesuai standar akan diserahkan ke pihak UNEJ.
“Ya kita lanjutkan nanti pembangunannya, baru setelah lengkap / memenuhi standar akan diserahkan ke Unej, gedung itu msh tercatat aset Pemda/pu,” tulisnya via whatsAppnya.
Ditanya soal kapan akan dianggarkan untum kelanjutan pembanguna gedung Unej tersebut, Agus Triyono mengatakan akan dibahas bersama tim anggaran DPRD Lumajang
“Ya dibahas bersama badan anggaran DPRD” katanya lagi.
Untuk diketahui pembangunan gedung Unej di Klakah (prayuana) menelan anggaran APBD Tahun 2020 sebesar Rp 7,4 Milyar, namun hingga kini kelanjutan pembangunan tahap II atau selanjutnya belum ada kabar, dan saat ini gedung yang dibangun tahun 2021 tersebut terpantau banyak kerusakan seperti plafon atap jebol, dan kaca banyak pecah.
Reporter ; Nizar/Anwar





