JatimMitra PolisiSidoarjo

TNI Dan Polri Sidak Minyak Curah Sesuai HET Di Pasar Tradisional Desa Betro Sidoarjo

 

Sidoarjo, Wartapos.id – Untuk memberikan rasa nyaman terutama ibu ibu, dalam belanja kebutuhan pokok, khususnya Minyak goreng yang selama ini di pasar dan toko harganya masih tinggi tidak sesuai HET ( harga eceran tertinggi ) oleh karena itu, Polresta Sidoarjo di bantu TNI dan bekerja sama dengan Disperindag Sidoarjo mengadakan pasar murah dengan menyediakan enam ribu liter minyak goreng curah yang di adakan di pasar Betro Sedati kabupaten Sidoarjo Selasa siang ( 31/5 ).

Dalam operasi pasar murah ini pihak Polresta Sidoarjo, bersama Kodim 0816 Sidoarjo juga Forkopincam Sedati dan Pol PP Sidoarjo , menerjunkan personil guna untuk kelancaran dan keamanan pendistribusian minyak goreng curah.

Dalam wawancara dengan awak media Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro ” ketika inpeksi ada keluhan dari masyarakat bahwa penjualan minyak goreng curah di pasar Betro.masih tinggi dengan kisaran sembilan belas ribu rupiah,
Oleh karena itu Polresta Sidoarjo bersama Kodim 0816 dan Disperindag juga UPT Pasar Betro, bekerjasama mengadakan operasi pasar murah, guna meminimasir harga eceran tertinggi yang di canangkan pemerintah dengan perkilo empat belas ribu rupiah, yang sudah di atur Permendag RI No 11 tahun 2022 yang menetapkan Harga eceran tertinggi minyak goreng.

Masih kata Kusumo” operasi pasar murah ini akan berlaku di tiap tiap kecamatan ,untuk itu jangan kwatir . Dalam kegiatan pasar murah ini ,animo masyarakat sangat senang, karena banyak masyarakat mengapresisasi kegiatan ini, terutama ibu ibu yang berjualan, namun untuk pembelian minysk goreng curah ini semua bisa membeli baik yang berprofesi jualan maupun ibu ibu rumah tangga dan tidak di batasi dalam pembelian sesuai jurigen yang di bawah dan kuat dalam menggangkat. Dan untuk pengawasan dam menstabilkan harga, kita akan mendorong untuk memperbanyak operasi pasar sehingga harga harga akan menyesuaikan ketentuan pemerintah masih kata Kapolresta yang santun dan bersahaja ini.

Terkait per tanggal tigapuluh satu bulan lima, bahwa subsidi minyak goreng akan di cabut kata kepala Dinas Perindustrian dan Perdangangan Drs Tjarda ” itu masih wacana mas ,dan dalam pengodokan ,kita yang berkedudukan di kabupaten menunggu dari pusat saja kita manot ketentuan peraturannya mas.

Salah satu warga sedati Sri aktivitasnya adalah pedagang Mie Ayam senang mas, karena kemarin beli minyak goreng masih mahal, Alhamdulillah hari ini ada pasar murah minyak goreng di Pasar Betro ,saya beli 17 kilo dengan harga perkilonya empat belas ribu rupiah mas, ujarnya. Semoga pemerintah bisa menekan harga harga kebutuhan pokok yang sesuai kapasitas rakyat menengah ke bawah. Karena ekonomi barusan sedikit bisa bernafas , jangan sampai harga kebutuhan pokok membebani rakyat. ( rif )

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button