Lumajang

Bocornya Penampungan Tetes PG Jatiroto Jadi Berkah Bagi Warga Sekitar.

warga berebut mengais tetes yang bocor dari tempat penampungan PG Jatiroto

Lumajang, Wartapos.id – Bocornya tempat penampungan tetes tebu Pabrik Gula (PG) Jatiroto, seakan menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar, pasalnya Tetes tebu atau kata lainnya Molase yang berbentuk cairan kental berwarna coklat dengan aroma yang cukup menyengat ini menjadi rebutan warga untuk dijual kembali kepada para pengepul tetes.

“Kita jual lagi mas, biasanya pengepul membeli dengan harga 8000 sampai 10.000 perliter”,UjarĀ  warga Desa Kaliboto Lor Kecamatan Jatiroto.
Molase atau biasa warga setempat menamai Tetes tebu ini sering digunakan sebagai pakan suplemen ternak, selain itu juga merupakan bahan baku pembuatan MSG, etanol, gasahol bahan industri konstrusi, fermentasi, dan bahan pembentuk asam sitrat, sebelumnya tempat penampungan tetes tebu ini juga mengalami kebocoran dan setelah diperbaiki oleh pihak PG, Rabu (22/4/2020) mengalami kebocoran kembali.
“Kebocoran ini adalah berkah bagi warga, karena bisa kita ambil dan jual kembali”,Tambahnya.
Warga tidak memperdulikan tubuhnya meskipun harus berlumuran tetes tebu, demi mendapatkan dan mengumpulkan Molase tersebut, warga yang berbondong-bondong berebut Molase disaluran pembuangan pabrik tersebut, warga yang datang berbondong dengan membawa ember, timba, dan gayung.
Sementara itu Kabag Humas PG Jatiroto, Ubay, yang dikonfirmasi via Whattshap menegaskan bahwa itu bukan kebocoran tempat penampungan Tetes, namun itu hanya perbaikan pipa tetes yang dilakukan oleh pihak tekhnis pihak PG Jatiroto.
“Tidak ada kebocoran, itu hanya perbaikan pipa tetes”,Terangnya.
Dari perbaikan pipa tersebut, Tetes yang keluar dialirkan melalui saluran pembuangan air pabrik alkohol, yang kemudian sari aliran tetes tersebut diambil oleh warga.
“Tetes yang dikais warga tersebut diambil di saluran pembuangan air pabrik alkohol”, Pungkasnya.
Belum ada penjelasan secara spesifikasi terkait dampak kesehatan yang ditimbulkan ketika tetes atau molase yang bisa dikatakan sebagai limbah itu harus bersentuhan secara langsung ketubuh tanpa ada pengamanan secara standart.
reporter ; Nizar/Anwar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button