
Malang Wartapos.id,— Babinsa Koramil 0818/17 Ampelgading, Desa Simojayan, Serda Ari Siswanto, melaksanakan kegiatan pendampingan penyerahan bantuan bibit tebu secara simbolis dari CV Elang Buana kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Senin (24/08)
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Simojayan dan merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan sektor pertanian, khususnya komoditas tebu yang menjadi salah satu tanaman potensial bagi perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Ampelgading.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan bibit tebu diserahkan secara simbolis oleh pihak CV Elang Buana kepada perwakilan Gapoktan Desa Simojayan. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para petani untuk mendukung pengembangan lahan pertanian tebu sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Serda Ari Siswanto selaku Babinsa turut melakukan pendampingan guna memastikan kegiatan berjalan dengan tertib, aman dan lancar. Kehadiran Babinsa juga menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah desa, kelompok tani serta pihak swasta dalam mendukung program pertanian dan pemberdayaan masyarakat di wilayah binaan.
Babinsa menyampaikan bahwa pendampingan kepada para petani merupakan bagian dari tugas kewilayahan dalam membantu masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian. Menurutnya, dukungan berupa penyediaan bibit berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.
“Bantuan bibit ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Kami akan terus mendampingi dan membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pertanian,” ujar Serda Ari Siswanto.
Dengan adanya bantuan bibit tebu tersebut, diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi Gapoktan Desa Simojayan serta mendorong peningkatan produksi tebu. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah desa, kelompok tani dan pihak swasta dalam mewujudkan pertanian yang produktif, mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Malang. (Oni)





