Diduga Alergi Dikonfirmasi, Oknum Owner Pengembang Perumahan Usir Wartawan Dan LSM Dari Kantornya

Lumajang Wartapos.id – Bermaksud ingin melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap polemik yang terjadi di perumahan Graha Adhi 2 desa Wonokerto Kecamatan Tekung Lumajang yang viral di media sosial Facebook di group Lapor Lumajang, sejumlah wartawan dan LSM di usir saat melakukan konfirmasi oleh seseorang yang diketahui sebagai oknum owner pengembang perumahan dari Kantor PT Graha Duta Bangsa yang berada di perum Merlion park Tukum, Tekung – Lumajang.
Awalnya perwakilan dari awak media menghubungi oknum owner pengembang perumahan tersebut yang berinisial Yq melalui telepon selulernya, yang bersangkutan mengatakan, bahwa tidak ingin mengklarifikasi hal tersebut.
“Ndak usah dijelaskan mas, ndak usah saya klarifikasi, biar wes, biar orang mau bilang apa wes monggo,” ujar Yq sembari mematikan telepon selulernya, Rabu (20/03/2024).
Belum puas mendapat jawaban dari Yq, sejumlah wartawan dan LSM melakukan konfirmasi langsung ke kantor PT.Graha Duta Bangsa yang ada di Jalan Raya Tukum – Tekung, dan disana ditemui oleh Yanuar selaku Kepala Kantor pemasaran, saat melakukan wawancara kepada Yanuar, tidak lama terdengar suara pintu di tutup dengan keras oleh seseorang, orang tersebut tak lain adalah Yq, dan sempat terjadi pengusiran terhadap wartawan dan LSM yang melakukan konfirmasi.
“mas rapat, ndak berhak ngeluarkan statement, kluar ini kantorku”, bentak Yq kepada sejumlah awak media dan LSM sembari melangkah pergi keruang rapat.
Ada sejumlah pertanyaan yang belum terjawab dari pihak PT Graha Duta Bangsa terkait polemik di perum Graha Adhi, mulai polemik proyek Graha Adhi yang baru hingga persoalan air bersih layak konsumsi yang sampai saat ini di perum Graha Adhi 2 belum terpecahkan solusinya.
Arsad Subekti, Ketua LSM Ampel Lumajang menyayangkan atas tindakan Oknum Owner pengembang perumahan mengusir wartawan dan LSM yang hendak konfirmasi dan klarifikasi terkait Polemik yang ada di Perum Graha Adhi, seolah ada yang ditutupi.
“Sayang sekali tindakan yang dilakukan oknum owner pengembang perumahan tersebut, kenapa harus bertindak arogan hingga mengusir wartawan, kalau demikian perilakunya seolah ada hal yang ditutupi,” ungkapnya heran.
“Dengan kejadian tersebut kami tidak akan tinggal diam dan akan terus melakukan investigasi yang mendalam apa yang sebenarnya terjadi, jika nanti ada temuan pastinya kami akan melaporkan kepada pihak yang berwenang,” imbuhnya.
Sebelumnya, viral dimedia sosial Facebook di group lapor Lumajang dari sebuah postingan akun berinisial IH dan mendapatkan berbagai komentar dari para netizen maupun dari beberapa penghuni perum Graha Adhi.
Dalam postingan tersebut IH yang sedang membantu temanya tentang keluh kesah penghuni Perumahan Graha Adhi 2, menurut akun IH, warga merasa tidak nyaman dengan adanya pelebaran permukiman karena belum ada pertemuan dari pihak pengembang atau PT dengan warga, dalam postingan juga tertuliskan bahwa tembok selatan sudah di jebol dan truck-truck Uruk tanah sudah beroperasi.

Dari postingan tersebut banyak netizen yang menanggapi dengan berbagai komentar seperti akun @ YM, “sya pribadi termasuk salah satu warga GA2 merasa kecewa karena tidak ada musyawarah mufakat kepada warga dan merasa terganggu dengan keluar masuknya armada Uruk”, ujarnya dalam kolom komentarnya.
Ada juga komentar dari @ NK, yang juga warga Perumahan Graha Adhi 2,”Saya juga termasuk warga GA2, Merasa kecewa berat,karena apa yg saya dapat tidak sesuai dengan janji iklan di brosur mengenai fasilitas perumahan. Dan sekarang jalan rusak akibat alat berat proyek”,ungkapnya.
Yang lebih seru ada komentar dari akun @Cak KK, yang memberikan komentarnya,”Perlu di demo iku, PT abal2 paling”,katanya.
Dan masih banyak lagi komentar dari para netizen lainnya.
Reporter : Nizar/Anwar/Tim





