JatimJember

HKTI Jember Kirim Surat Terbuka Untuk Presiden RI Joko Widodo

 

Jember, Wartapos.id – Himpunan kerukunan tani Indonesia (HKTI) Sekabupaten Jember menggelar Rapat Konsolidasi dan membagikan bansos kepada kaum duafa secara simbolis, kegiatan ini bertempat di pendopo balai Desa Lojejer, sabtu siang 19/02/2022.
Di hadiri Ketua OKK Provinsi Jawa Timur Agus Prastowo, Ketua HKTI Kabupaten Jember Jumantoro, Dewan pakar HKTI Jatim Iskhak, Kepala Desa Lojejer Soleh, para anggota HKTI Sekabupaten Jember dan 20 kaum duafa.

Ketua HKTI Kabupaten Jember Jumantoro menjelaskan, hari ini merupakan kegiatan pertemuan rutin bersama PAC Sekabupaten disamping itu kita juga membagikan bansos kepada kaum duafa secara simbolis, dalam acara ini kami juga membahas masalah pupuk yang sering di keluhkan para petani selama ini.

Dikesempatan ini juga kita membentuk panitia Muskab untuk segera dilaksanakan agar tumbuh regenerasi baru di dalam HKTI agar lebih maju dan produktif, bermanfaat bagi petani, hari ini kita juga akan mengirimkan surat terbuka kepada Presiden RI yang mana kebijakan kebijakannya belum berpihak kepada petani.

Isi surat terbuka tersebut yaitu :

1. Menolak Rekomendasi dari komisi empat DPR RI yang membatasi pupuk subsidi

2. Menolak Rekomendasi pembatasan jumlah komoditi pertanian yang di subsidi pemerintah karena tanaman pangan dan holtikultura masih membutuhkan pupuk subsidi

3. Meminta kepada pemerintah untuk menjamin harga pertanian yang menguntungkan bagi petani

4. Jangan paksa kami turun kejalan dikala petani indonesia semakin menderita

Jember 19 Februari 2022.

Mudah mudahan dengan surat terbuka ini bisa di terima oleh Presiden RI dan bisa diperhatikan nasib para petani indonesia,” ujar Jumantoro.

Sementara itu Ketua OKK Provinsi Jawa Timur Agus Prastowo mengatakan, kemarin saya di telepon ketua HKTI Jember bpk.Jumantoro, bawasannya akan ada pertemuan PAC HKTI Sekabupaten Jember dan hari ini saya saksikan sendiri dari 31 kecamatan hadir semua syukur alhamdulillah.

Saya berpesan dalam acara muskab nanti siapapun yang terpilih sebagi penganti ketua yang lama Bpk Jumantoro agar lebih bisa membawa HKTI lebih maju, karena HKTI di Jember ini sangat seksi.

Saya berharap agar semua dirangkul sehingga petani bisa makmur dan untuk kelangkaan Pupuk subsidi HKTI harus bisa menjadi monitor yang mana pengadaan pupuk tiap tahunnya ada regulasi, HKTI harus mengawasi sehingga pupuk turunnya tidak kemana mana,” ujarnya.

Sewaktu ditanya awak media terkait tanggapannya mengenai pencabutan pupuk bersubsidi Agus menjawab, ya kalau memang pemerintah ingin mencabut pupuk subsidi harus memperhatikan juga pasca panen para petani jadi ada keseimbangan, karena petani tidak binggung harga panen sesuai dan itu yang harus di perhatikan pemerintah,” tambahnya.

Reporter,” TOTOK

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button