Pegawai Bengkel Motor Asal Pasuruan Curi Motor Dan Uang di Cokok Polisi

 

Sidoarjo Wartapos.id -Pencurian ranmor di barengi dengan pencurian uang, di gulung Polisi. Tersangka yang berinisial W.Y ( 37 ) tahun alamat Dusun Betas kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan. Dalam aksinya pada hari Minggu tanggal ( 24/1/2022 ), pukul 01.00Wib .tersangka dalam aksinya karena beban ekonomi terlilit hutang, pikiran petang akhirnya mengambil sepeda motor merk Suzuki Tornado GS dan uang Rp 4.300.000. Korban A.P ( 45 ) tahun alamat Villa Jasmine kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo, kemudian melapor ke Polsek Sukodono pukul 08.00 Wib hari Jumat ( 28/1/2022 ).

Dalam Presa Rilies Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro SH.Sik memberikan kronologinya Rabu ( 9/1/2022 ), tersangka ini W.Y, bekerja sebagai mekanik di bengkel Yoga Motor di Desa Sukodono kecamatan Sukodono kabupaten Sidoarjo . Namun pada hari Senin tanggal ( 24/1/2022 ) tersangka sudah tidak bekerja lagi di bengkel Yoga Motor melariak diri, dan korban A.P sebagai pemilik masuk untuk mengecek bengkel ternyata uang yang di simpan di dalam galon Aqua sebanyak Rp 4.300.00 dan 1 unit sepeda motor suzuki Tornada sudah raib dari tempatnya dan galon Aqua sebagai tempat menabung uang sudah rusak ( di rusak dengan grenda ). Atas laporan korban, Polisi menindaklanjuti kemudian atas informasi mendatangi rumah pelaku namun tersangka tidak ada dan hanya ditemukan barang bukti sepeda motor Suzuki Tornado GS, kemudian di bawah petugas .

Atas informasi yang di gali petugas Reskrim Polresta dan Polsek Sukodono menangkap pelaku Sabtu ( 29/1/2022 ), pukul 08.30 Wib di daerah Suko Harjo Jawa Tengah dan bekerja di bengkel sepeda motor juga. Kemudian tersangka di bawah ke Sidoarjo untuk mempertanggung jawabkan dan diproses secara hukum. Barang bukti yang berhasil di sita
1 Unit sepeda motor Suzuki Tornado GS.
1 buah Grenda merk Uciha warna merah
1 Buah galon Aqua
1 buah obeng warna putih
1 uang tunai Rp 125.000 ( sisa hasil curian )
Tersangka di kenakan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan di ganjar dengan hukuman 7 tahun penjara. ( rif )