Satnarkoba KP3 Surabaya Ringkus Bandar Narkoba

Surabaya, Wartapos – Anggota Satnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Berhasil Menangkap dan mengungkap pelaku pengedar dan sekaligus Bandar Narkoba jenis Sabu yang di ringkus di rumahnya Di Jalan Kalianak Barat 43 Surabaya.
Untuk tersangka yang di ketahui mengikuti salah satu Relawan Anti Narkoba yang di komandoi oleh kakak nya sendiri malah Tersesat barang Haram tersebut yang tersangka berinisial HR (48).
Tersangka tersebut di salah satu Organisasi Anti Narkoba untuk mensosialisasikan Barang Haram tersebut malah tersangka malah bergelut di dalam dunia Haram tersebut dan menjadi Bandar Sabu.
Warga Kalianak Barat 43 mengenal Tersangka dan keluarga Korban itu Relawan Aktif yang bergerak menangani dan mengobati Narkoba, Namun tersangka malah menyalahgunakan Barang terlarang tersebut Di kalangan masyarakat menjadi bandar Narkoba jenis Sabu.
Mengetahui Informasi tersebut Anggota Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung perak langsung bergegas Menggeledah Rumah Yang Di curiga menjadi jual beli barang terlarang tersebut.
Kami berhasil menangkap Tersangka berserta Barang bukti Sabu sebanyak 2  Gram serta ada Timbangan Elektronik untuk alat menimbang Barang terlarang Tersebut.
Kapolres Pelabuhan Tanjung perak AKBP Ganis Setya Ningrum Menyatakan Tersangka tersebut Aktif Menjadi Relawan Anti Narkoba dan tersangka tersebut juga menjadi Pengedar sakaligus pemakai Barang Terlarang Tersebut.
“Ada salah satu informasi dari Masyarakat bahwa ada laporan Salah Satu Relawan Anti Narkoba menjadi pemakai sekaligus pengedar barang Haram Tersebut” ungkap Kapolres Pelabuhan Tanjung perak.
Bahkan saat di lakukan Pres reales Oleh Polres Pelabuhan Tanjung perak  (6-7-2021) HR mengakui Bahwa dia sudah melakukan hal tersebut selama 2 bulan saat di konfirmasi oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung perak. Kini Tersangka mendekam di balik jeruji besi Polres Pelabuhan Tanjung perak.
Untuk hukuman Yang di perbuatannya, HR kami hukum dengan Pasal 114 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang di ancam dengan hukuman 5 Tahun kurungan (Eko Andhika)