Diduga depresi, lelaki paruh baya nekat bunuh diri dengan menusuk leher sendiri

Pasuruan, Wartapos.id – Pagi selepas subuh Dusun Gunungan tiba tiba di gegerkan dengan teriakan minta tolong tepatnya pada Kamis (29/10/2020) pada pukul 04.30 WIB

Teriakan minta tolong berasal dari wanita paruh baya yang telah menyaksikan tubuh suami berlumuran darah dengan kondisi tidak bernyawa

Diketahui bahwa korban bernama Eko Setyo Budi (34) warga Dusun Gunungan Desa Nguling Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan

Dari kronologis kejadian diketahui bahwa pada hari Kamis (29/10/2020) sekitar pukul 04.30 WIB Silvi Angraeni (39) selaku istri korban membangunkan Eko (Suami) untuk melaksanakan Sholat Subuh, setelah itu Silvi Angraeni tidur lagi.

Sekitar pukul 06.00 Wib, Silvi bangun tidur di Lihat kok tidak ada di tempat tidur, kemudian mencari di tempat Sholat didapatilah Eko Setyo Budi sudah tergeletak berlumuran darah dan di samping korban di temukan sebuah pisau dapur, sontak Silvi Angraeni berteriak minta tolong dan membangunkan 2 (dua) temannya yg pada saat itu bermalam di rumah korban

Kemudian Silvi Keluar menghubungi Sugeng selaku Ketua RT 01 namun Ketua RT tidak keluar dan pintu dalam keadaan terkunci, Silvi pun akhirnya berinisiatif meminta bantuan ke Agus tetangga belakang rumah untuk meminta bantuan

Agus pun bergegas menuju ke rumah korban berlanjut dengan menghubungi Kamil selaku perangkat desa/ kasun Gunungan dan menghubungi petugas Polsek Nguling

Tak berselang lama datang petugas yang berwajib, diantaranya petugas piket Koramil Nguling Serka Jermanto, Kanit Reskrim AIPTU Zulkifli, SH, Kanit IK Polsek Nguling AIPDA Bambang S, Kanit Sabhara AIPTU Bendot, serta Anggota Sabhara Brig. Peppy Hariyadi

Dari hasil pengembangan singkat dan dari keterangan keluarga didapati korban sering bicaranya aneh aneh seperti mau ada kiamat

Dan diketahui juga bahwa korban memiliki riwayat depresi pada satu tahun yang lalu serta pernah berupaya berobat ke orang pintar di probolinggo, “dua minggu yang lalu depresi tersebut kambuh lagi dan sering mengatakan akan kiamat”, ujar Silvi Angraeni

Jenazah akhirnya dilarikan ke RSUD Purut untuk di visum, sedangkan dari pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan alasan telah mengikhlaskan korban.

Reporter : Toan
Editor : Toan