Beras Bantuan Dinsos “Dipoles” Diluar Kabupaten Sebelum Disalurkan Ke Masyarakat

Lumajang Wartapos.id – Dua kendaraan Dinas Sosial Kabupaten Lumajang Nopol B 9013 PSD dan N 8328 YP, terpantau sedang mengangkut sejumlah sak yang diduga berisi beras dari kantor LBK (Loka Bina Karya) Kelurahan Rogotrunan Kecamatan / Kabupaten Lumajang, menuju ke rumah seseorang di Dusun Krajan I Desa Padomasan, Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, Kamis (17/12/2020).
Dari pantauan media ini, sak yang diduga berisi beras yang diangkut dua mobil tersebut terlihat diturunkan dan dimasukkan kedalam sebuah bangunan di daerah Padomasan dan setelah selesai menurunkan sak – sak tersebut, kedua mobil meninggalkan tempat.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Lumajang Dewi Susiyanti, saat dikonfirmasi media ini, menyampaikan bahwa itu memang beras milik Dinsos dari Provinsi yang disimpan LBK.
“Itu memang beras kami dari Provinsi yang kita simpan di LBK, kemudian dalam rangka mengantisipasi permintaan bantuan dari masyarakat karena kita juga terima surat dari Kepala Desa Rowokangkung yang terdampak banjir, beras yang ada disitukan tidak terlalu bagus, artinya sudah agak lama akhirnya kita poles.” Terangnya via telp, jum’at (18/12/2020)

“Kenapa molesnya di Padomasan, karena kita sudah pernah moles dua kali di Lumajang itu prosentase dari beras yang dipoles itu besar ada yang 6% ada yang 5%, kebetulan yang di Padomasan itu menawarkan 3%, yo wes kene ngerem rono (ya sudak kami ngirim kesana) dan malamnya itu saat sudah selesai kita ambil lagi, dan ini tadi rencananya kita taruh di LBK lagi tapi kuncinya dibawa petugasnya, akhirnya untuk sementara kita taruhndi Dinas Sosial.” Imbuh Dewi
Dewi menjelaskan bahwa beras yang sudah dipoles tersebut akan disalurkan kemasyarakat di Rowokangkung.
“Rencananya mau dikasihkan ke Desa Rowokangkung, tadi pagi saya koordinasikan dengan BPBD tapi ternyata BPBD sudah mengirim bantuan ke Desa Rowokangkung 198 sak masing – masing 5kg sama dengan punya kita masing – masing 5kg, namun akhirnya punya kita tidak didistribusikan dan kita simpan di gudang, tapi kondisi beras sudah siap langsung bagi, kalau kemarin banyak kutu dan kapangnya akhirnya kita poles,” Jelasnya.
Saat ditanya apakah kwalitas beras setelah dipoles bisa berkurang ataukah masih layak konsumsi, Kadinsos Lumajang menjelaskan bahwa kwalitas tidak berkurang dan akan lebih bersih.
“Kalau kwalitas tidak berkurang bahkan akan lebih bersih dan layak konsumsi, kemarin saja beras dari bulog yang bantuan dari pemerintah sama pak Bupati kan disuruh moles sebelum disalurkan,”Tutur Kadinsos Lumajang.
Disinggung soal tempat poles beras di Padomasan adalah milik salah satu Kasubag di Dinsos Lumajang, Dewi membantahnya dan mengatakan itu milik tetangga salah satu Kasubag Dinsos Lumajang.
“Oh bukan, itu milik tetangganya, iku tonggone seng duwe usaha seng koyok ngunu dek umae Kasubagku, ora Kasubagku gak duwe opo – opo dek kunu (itu tetangganya yang punya usaha seperti itu di rumah Kasubag saya, tidak Kasubag saya tidak punya apa – apa di sana), kebetulan halamannya itu besar terus ada tetangganya yang punya alat polesnya,” Pungkasnya.
Disisi lain Politisi PPP H. Ahmad ST Wakil Ketua DPRD Lumajang menyampaikan bahwa beras bantuan yang akan disalurkan kemasyarakat harus berkwalitas baik.
“Beras yang kwalitasnya jelek lalu dipoles itu tidak boleh disalurkan ke masyarakat, karena beras yang kwalitasnya jelek itu secara kriteria beras itu sudah tidak ada vitaminnya, zat besinya dan lain – lainya, kalau misalnya beras kwalitasnya jelek ya jelek sudah berasnya, maka untuk memenuhi gizi dalam tubuh itu sudah tidak bisa,” Jelas politisi dari PPP ini.
“Kalau kwalitas beras itu jelek meskipun dipoles juga mempengaruhi kwalitas gizinya.” Tutupnya
Reporter : Nizar/Anwar





