Lumajang

“Bupati Vs Wartawan”, Kabag Hukum Pemkab Lumajang Terlihat Wira Wiri Ke Polres

 

Agus Dwikoranto, Kabag hukum pemkab Lumajang
Lumajang Wartapos.id – Terkait kasus dugaan pelecehan terhadap salah satu wartawan harian memo timur Mujibul Choir yang disinyalir dilakukan oleh Thoriqul Haq selaku Bupati Lumajang saat konferensi pers dikantor DPC PKB di jl. Swandak Lumajang beberapa waktu yang lalu berbuntut panjang.
Setelah kemarin (senin, 24/02/2020) dua pejabat Pemkab Lumajang Agus Dwikoranto Kabag Hukum Pemkab Lumajang dan Iwan HP Plt Kepala Dinas Kominfo diperiksa oleh Satreskrim Polres Lumajang terkait kasus dugaan pelecehan terhadap salah satu wartawan, hari ini (selasa, 25/02/2020) kembali Agus Dwikoranto terlihat wira wiri ke Polres Lumajang.
Saat ditemui sejumlah awak media Agus D. menyampaikan bahwa pihaknya hanya sebatas koordinasi dan menindak lanjuti panggilan penyidik polres Lumajang untuk dimintai klarifikasi, terkait laporan dugaan pelecehan yang diduga dilakukan oleh H. Thoriqul Haq, yang notabenenya menjabat sebagai Bupati Lumajang, saat menggelar press release sebuah berita yang diterbitkan media cetak harian Memo Timur di kantor DPC PKB Kabupaten Lumajang, akhir Januari lalu.
“Pak Bupati ngomong sendiri sebagai kader PKB. Jadi posisinya sebagai kader PKB. Ngomongnya begitu di videonya, kan sudah diperlihatkan kepada saya,” ucap Agus.
Ditanya soal ada perkataan ‘sedang memimpin Kabupaten Lumajang’ Agus menegaskan tidak.
“Intinya mengakukan, sebagai kader PKB,” tegas dia.
Meskipun demikian, Agus menambahkan jika pihaknya akan tetap membantu.
Sembari berharap, permasalahan ini tidak berkepanjangan.
“Ya tetap saja kan jabatannya sebagai Bupati. Tetap kita bantu, kalau bisa tidak usah lanjut. Itu menurut saya, kalau bisa selesai dengan mediasi,” imbuh dia.
Agus juga menyampaikan bahwa akan berkoordinasi dengan atasannya, terkait niatnya itu, termasuk beri’tikad menemui pelapor.
Reporter : nizar/anwar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button