Wisata Laut ini Dengan Terumbu Karang Yang Belum Banyak Dikenal

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Payung Kuning, Sahril

Bangkalan, Wartapos.id – Keberadaan wisata edukasi mangrove atau yang lebih dikenal dengan ecowisata Mangrove di wilayah Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura telah lama dikenal luas.

Namun, ada lokasi ke-dua yang belum begitu dikenal oleh pengunjung baik dari sekitar Kabupaten Bangkalan sendiri maupun dari luar. Untuk lokasi ecowisata Mangrove terletak di Dusun Labuhan sedangkan lokasi wisata ke-dua tersebut terletak di dusun Masaran Desa setempat.

Hal tersebut nampak dari beberapa pengunjung lokasi kedua dari ecowisata mangrove saat di minta komentarnya oleh reporter Wartapos.id, Minggu (23/2).

Salah satunya Moh Toha (41) pengunjung yang berasal dari Kota Bangkalan ini mengaku terkejut dengan keberadaan ecowisata Mangrove di lokasi kedua tersebut.

“Jujur saya kaget dengan lokasi ecowisata Mangrove kedua ini. Soalnya tahun lalu lokasi pertama yang di dusun Labuhan itu baru saja diresmikan Bupati Bangkalan, ini beda dusun ada lokasi wisata lagi. Kata pengelolanya baru dibuka sebagai pengembangan dari lokasi yang diresmikan sebelumnya,” ujarnya.

Toha datang bersama rombongan dari alumni 1993 SMP 1 Bangkalan tersebut melihat jika dilokasi kedua tersebut masih banyak dibutuhkan pemolesan dan pembenahan. ”Masih perlu pembenahan seperti toilet umum yang belum ada, ketersediaan alat selam (diving) karena kata penjaga di jembatan mangrove tadi belum ada, pokonya masih perlu banyak hal yang perlu diperhatikan dan disiapkan.” Sambungnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Payung Kuning, Sahril, saat ditemui di lokasi wisata mengatakan, lokasi wisata tersebut merupakan wisata laut konservasi terumbu karang merupakan binaan dari Pertamina sama seperti ecowisata Mangrove di dusun Labuhan.

“Di Desa Labuhan ini ada 2 (dua) lokasi. Yang disini difokuskan kepada wisata laut konservasi terumbu karang, sejak 2017 kita sudah melakukan transplantasi terumbu karang sebanyak 80 (delapan puluh) unit dikedalaman 4 sampai 5 meter. Jadi dibukanya wisata ditempat ini agar terbuka lapangan bagi masyarakat di Dusun Masaran ini,” jelasnya.

Sahril menambahkan,”Insya’Alloh nanti kedepannya kita mengarah pada Diving (penyelam), baru kemarin kita proses ke pelatihan diving. Kami beserta anggota kelompok sudah minta untuk study itu (latihan menyelam, red),”Sambungnya.

Sahril selain menjabat sebagai ketua Pokdarwis Payung Kuning, kesehariannya juga menjabat sebagai Carik di Desa tersebut mengaku bahwa lokasi wisata tersebut baru dibuka untuk umum pada tanggal 15 Desember 2019.

”Untuk peresmian kita belum diresmikan.Tetapilokasi ini sudah ada sejak 2017, maka kemarin tanggal 15 Desember 2019. Awalnya kita buka sebagai paket edukasi dengan maksud di tempati kemah dan camping.

Pokdarwis Payung Kuning, lanjut ia,  sudah mendapatkan SK (Surat Keputusan) dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan, prosesnya membutuhkan waktu 2 tahun untuk SK tersebut.

Lebih lanjut, Sahril menyampaikan bahwa MCK dan fasilitas lainnya sudah dianggarkan dari Dana Desa ”Sudah kita rencanakan dan kita prioritaskan untuk MCK dianggarkan dari dana Desa. Tinggal pencairannya nanti,” pungkas Sahril ini.

Reporter : Ahsan