Produksi Petasan, Dua Pemuda Curah Petung Digelandang Tim Cobra  Polres Lumajang

kedua tersangka dan BB saat diamankan tim cobra

Lumajang Wartapos.id – Dua orang Warga asal Dusun Curang Lengkong Desa Curah Petung Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang harus diamankan petugas karena memproduksi petasan tanpa seijin dari pihak berwenang. Jumat (24/05/2019)

Kedua Tersangka yang berasal dari tempat yang sama berinisial IR 23 th) dan MW (25 th).
Keduanya ditangkap di rumahnya diwilayah Dusin Curah Lengkong Deaa Curah Petung saat sedang memproduksi mercon.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 309 mercon dari berbagai ukuran dan 22 bungkus bahan baku pembuatan mercon seperti sumbu dan mesiu (bubuk petasan).

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan bahwa dari rumah pelaku pihaknya menemukan banyak sekali petasan buatan rumahan beserta bahan bakunya. Bahkan ada ukuran besar, yang daya ledaknya besar.

“Petasan ini terlihat sepele tapi membahayakan. Untuk itu kami akan merazia Produsen petasan di Lumajang. Saya tidak ingin ada kasus jatuhnya korban akibat petasan di Lumajang. Apalagi bahan bakunya dari mesiu yang bisa diproduksi menjadi bahan peledak” ujar Arsal.

Disisi lain Kapolsek Kedungjajang AKP Sugianto, SH menyatakan, sesuai instruksi Kapolres agar masing-masing polsek menggiatkan operasi Penyakit masyarakat.

“Kami langsung melakukan pemetaan wilayah. Dari sana kami dapat informasi masyarakat adanya rumah pembuat petasan. bersama Tim Cobra Polres Lumajang, kami lakukan penggerebekan, dan akhirnya bisa mengungkap rumah pembuat petasan ini” ujar sugianto

Perlu diketahui bahwa sudah banyak orang yang menjadi Korban keganasan petasan, untuk itu Polres Lumajang melakukan Razia dan penggerebekan di sejumlah tempat pembuatan petasan untuk meminimalisasi korban insiden ledakan petasan.

Saat ini kedua tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Lumajang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sedangkan pasal yang menjerat tersangka yaitu pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 Tahun 1951 yang berbunyi, tanpa hak membuat, menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan dan mempergunakan bahan peledak untuk membuat petasan, dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. (nzr/war)