JatimNasionalPendidikanSurabaya

Mahasiswa KKN Adi Buana Ajak Warga Menanggal Sulap Sampah Organik Jadi Kompos dan Eco Enzym

Surabaya Wartapos.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya tahun 2026 mengajak warga Kelurahan Menanggal, Kota Surabaya, mengelola sampah organik rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui edukasi, sosialisasi, dan praktik pengolahan sampah menggunakan metode sederhana yang dapat diterapkan masyarakat di lingkungan rumah. Program yang diperkenalkan antara lain metode Pisang Danor, pembuatan kompos, teknologi biopori, serta pengolahan sisa buah dan sayuran menjadi Eco Enzym.

Sosialisasi Pisang Danor dilaksanakan Kamis (20/8/2026) di Balai Kelurahan Menanggal. Mahasiswa KKN mengajak warga mempraktikkan langsung penggunaan komposter sederhana dengan memanfaatkan galon bekas air mineral berukuran 19 liter.

Galon bekas tersebut dimanfaatkan sebagai wadah pengolahan sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, ampas kopi, dan daun kering. Selain mengurangi sampah rumah tangga, pemanfaatan barang bekas tersebut dinilai dapat menjadi solusi sederhana dan murah bagi masyarakat.

Mahasiswa juga mengenalkan pengomposan daun kering menggunakan komposter kawat serta memberikan edukasi pembuatan Eco Enzym kepada warga RW 01. Peserta mendapatkan materi mengenai manfaat, bahan, dan tahapan pembuatan Eco Enzym, disertai demonstrasi serta sesi diskusi.

Respons masyarakat cukup positif. Berdasarkan evaluasi, sebanyak 80 persen peserta menyatakan puas, 15 persen sangat puas, dan 5 persen cukup puas terhadap kegiatan edukasi Eco Enzym.

Salah satu warga RW 05, Ibu Endang Sunyiati. “Mengaku sebelumnya telah mencoba mengolah sampah organik menggunakan kardus meski belum rutin. Setelah mengikuti edukasi Pisang Danor, ia menilai metode tersebut memberikan pengetahuan baru yang cukup bermanfaat”, Tuturnya.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN, masyarakat, aparatur Kelurahan Menanggal, dosen pembimbing, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari rumah.

Mahasiswa KKN berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan KKN berakhir. Pengelolaan sampah organik diharapkan berkembang menjadi kegiatan rutin masyarakat, termasuk melalui kelompok PKK, bank sampah organik, maupun pembentukan kader lingkungan.

Melalui program ini, masyarakat diajak mengubah cara pandang terhadap sampah. Sisa sayuran, kulit buah, ampas kopi, dan daun kering yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diolah kembali menjadi kompos maupun Eco Enzym.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan Kelurahan Menanggal yang lebih bersih sekaligus menumbuhkan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. (Oni)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button