Uncategorized
Polres Terapkan “Buddy Sistem” Antisipasi Aksi Terorisme

Lumajang Wartapos.id – Berbicara tentang terorisme, tidak bisa lepas dari kejadian 11 September 2001 yg lebih dikenal dengan “9/11 WTC tragedy” di kota New York, Amerika Serikat. Semenjak tragedi yg memakan korban hampir 3 ribu orang ini, banyak bermunculan kasus serangan terorisme di berbagai penjuru dunia.
Di Indonesia sendiri, permasalahan teroris juga banyak bermunculan. Mulai dari dulu yang merupakan kaum barat yang menjadi sasaran, hingga akhir – akhir ini pihak kepolisian dianggap musuh oleh para teroris.
Polri seberanya sudah melakukan tindakan antisipatif sedini mungkin, mulai dari penjagaan yang cukup ketat di setiap mako sendiri hingga penjagaan di setiap kegiatan keagamaan di rumah peribadatan. Namun tetap saja, aksi – aksi tetap dilancarkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Terakhir, serangan yg dilakukan di gereja serta Polrestabes Surabaya yang mengakibatkan jatuhnya korban baik dari tersangka, masyarakat sipil, maupun dari pihak kepolisian.
Menanggapi hal ini, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhamad Arsal Sabhban SH SIK MH MM dalam amanat apel paginya menginstruksikan kepada anggota jajaran untuk tetap ‘buddy sistem’, yaitu melaksanakan tugas negara dengan bergerak berkelompok minimal 2 orang agar mampu saling menjaga.
“Teroris adalah masalah yang rumit. Mereka tau keberadaan kita, kita sulit menebak pergerakan mereka. Kalau kita sama sama tau, sangat mudah menumpas mereka. Balik lagi yaa itu, gerakan mereka dibawah tanah, underground” Ujar polisi yg memiliki melati dua di pundaknya ini.
“Kalau memang ada yang mengusik kami, anggota telah saya perintahkan untuk siap dengan tangan terbuka. Nggk boleh kalah, apalagi takut. Seumpama kita takut, masyarakat juga pasti lebih takut lagi” tutupnya.
Sudah menjadi resiko kerja bilamana Polri menjadi sasaran terorisme. Sebagai warga negara yang baik, diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk selalu memberi informasi sekecil apapun yang dinilai janggal dilingkungan sekitar agar negeri yang kita cintai ini terbebas dari terorisme. (nzr/war)



