Uncategorized

Stabilisasi Harga Beras Medium Tahun 2019

Kabulog Sub Divre Probolinggo, Heriswan saat melepas armada operasi pasar di sejumlah pasar di kota Probolinggo

Probolinggo, Wartapos.id – Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur meluncurkan program kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium. Hal sebagai upaya mengantisipasi kelangkaan bahan pangan khususnya beras yang merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat.

Terkait dengan hal tersebut, Perum Bulog Sub Divre Probolinggo secara berkala terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan pasokan beras diwilayah yang menjadi wewenangnya.
Bertempat di Perum Bulog Sub Divre Probolinggo, jalan Kyai Hasan Genggong No.73 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo , instansi ini menggelar Launching Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi harga beras medium tahun 2019 yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan dapat menekan biaya sesuai dengan harga yang ditetapkan Perum Bulog, Rabu (02/01).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini SH Msi, Dandim 0821/Lumajang Letkol Inf Achmad Fauzi SE, Kepala Bulog Sub Driver Kota Probolinggo Heriswan, Kepala Staf Kodim 0820/Probolinggo Mayor Inf Teguh H.W, Satgas pangan Polres Probolinggo AKP Riyanto, Diskoperindag, pejabat terkait serta undangan lainnya.

Kepala Bulog Sub Driver Kota Probolinggo dalam sambutannya mengatakan kegiatan Launching ini sesuai program dan instruksi dari Perum Bulog pusat. Kegiatan ini merupakan satu upaya Perum Bulog mengantisipasi lonjakan harga beras yang tidak terkendali. Dengan menurunkan beberapa armada ke sejumlah pasar tradisional untuk melakukan operasi pasar. Menurut Kbulog Sub Divre Probolinggo, sampai saat ini harga beras di Probolinggo tidak mengalami kenaikan dan tetap stabil dan akan tetap terpantau bersama instansi terkait pungkasnya.

Sementara Walikota Probolinggo, Hj Rukmini dalam sambutannya mengatakan ketersediaan dan potensi hasil pertanian khususnya padi akan terus dipantau oleh pemerintah karena ini juga merupakan himbauan dari Presiden terutama peningkatan potensi hasil pertanian berupa padi. “Kerjasama yang begitu baik dengan TNI terkait pantauan terhadap pasokan beras termasuk serapan gabah dari petani betul betul ada peningkatan, termasuk subsidi pupuk yang terus dilakukan pengawasan agar subsidi ini tepat peruntukannya.”Ujarnya.

Perlu diketahui bahwa pasokan beras jenis medium yang selama ini berasal dari Perum Bulog seharga Rp. 8.100 per Kilogram. Sedangkan harga yang ada di pasaran berkisar Rp. 8.500,- “Stabilisasi harga beras ini merupakan rentetan dari menghadapi Natal. Tahun baru yang telah lewat dan kebetuan tahun ini tahun politik dan untuk bulan Januari-Pebruari ini masih masuk musim tanam. Kegiatan ini kami adakan tergantung situasi pasar, jika situasi dilapangan stabil kita hentikan namun jika masih diperlukan, kami siap melanjutkan.”Ujar Heriswan, Kabulog Sub Divre Probolinggo seperti disampaikan pada wartawan media ini. (Rul/Sf)
.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button