JatimLumajangMitra Polisi

Menghidupkan Kesenian Lokal Yang Hampir Punah

Lumajang, Wartapos.id – Antusiasme warga senduro menyaksikan lomba kidung parikan jenaka yang di gelar oleh pemdes senduro lumajang pada 13 0ktober 2018 kemarin,     dengan digelarnya lomba tersebut semabgat rasa memiliki dan mempertahankan peninggalan nenek moyang mulai bangkit di hati warga senduro.

Acara tersebut sekaligus pemberian hadiah kepada peserta lomba seoak bola U 16,bola sodor,khosidah moderen dan lomba yang kainnya,pemberian hadiah di awali oleh jepala desenduro Farid Rahman Hermansyah,SE dilanjutkan kapolsek senduro dan seterusnya,penonton yang datang bukan hanya dari senduro saja akan tetapi dari lumajang kota bahkan di luar lumajangoun datang melihat acara tersebut.

Keoala xesa senduro Farid Rahman Hermansyah,SE saat di temui wartapos menerangkan bahwa acara tersebut untuk menghidupkan kembali warisan nenek moyang kita yang harus di lestarikan dan wajib bagi kita selaku penerus bangsa untuk mempertahankannya,di era yang serba canggih dan moderen kebudayaan kita mulai redup dan sepertinya akan terlupakan namun pemdes senduro mencoba untuk menggugah hati rakyat agar kesenian lokal trtap mempunyai tempat dihati rakyat.

Kepala desa sangat bersyukur bahwa rakyat senduro masih mempunyai kepemilikan seni lokal terbukti penonton sangat antusias dan pengunjyng sangat luar buasa ramainya inu terbukti bahwa mereka masih menyukai kearifan lokal dan ini menepis rasa kekawatiran kepala desa.

Disinggung khususnya desa senduro dan pada umumnya kecamatan srnduro ada dua bahkan tiga kepercayaan/Agama Farid Rahman Hermansyah menambahkan bahwa masalah faham tidak jadi masalah rakyat senduro hidup rukun dan berdampingan saling menghargai dan saling menghormati itulah kerukunan beragama menurutnya mengakhiri wawancara dengan wartapos.(Budi)

 

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button