“Deklarasi 222” Zero Milonarkobaya Lumajang

Wartapos, Lumajang
Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokroseno SIK menabuh genderang perang membasmi Miras Oplosan, Sabu-sabu dan Narkotika yang berada diwilayahnya. Tepat hari Rabu (22/02) 2017, pukul 09.00 wib, dihalaman Mapolres telah dikumandangkan “Deklarasi 222” Zero Milo Narkobaya tersebut.

Deklarasi 222 juga dihadiri Wakil Bupati Lumajang Dr.Buntaran Suprianto, M.Kes dan Forkopimda Plus, Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, SMA/MA serta SMP/MTS se Kabupaten Lumajang, untuk turut mendukung gagasan yang sangat apik dan tepat, guna menyelamatkan anak bangsa dari korban sia-sia.

Forpinda Kabupaten Lumajang dan segenap tokoh ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda se-Kabupaten Lumajang saat Deklarasi Zero Milonarkobaya.
Forpinda Kabupaten Lumajang dan segenap tokoh ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda se-Kabupaten Lumajang saat Deklarasi Zero Milonarkobaya.

Masyarakat khususnya Kabupaten Lumajang sudah sangat geram dengan kehadiran segala bentuk Narkotika maupun cairan Miras Oplosan, bahkan tanpa pandang bulu untuk merusak masa depan anak bangsa dan tanpa pandang bulu tua maupun muda menjadi korban.
Menurut Presiden RI Joko Widodo pun dalam sambutan peringatan HANI 2016 lalu menerangkan, dalam sehari saja 40 hingga 50 orang meninggal karena diakibatkan penyalahgunaan Narkoba dan sudah merengkuh berbagai lapisan masyarakat termasuk anak-anak, bahkan tidak hanya orang biasa tapi juga para aparat penegak hukum dan para pejabat.

Raydian Kokroseno berharap, sedapat mungkin masyarakat Kabupaten Lumajang menolak narkotika atau paling tidak dapat mengusir maupun menangkap para pemasok barang haram agar diserahkan Polres Lumajang dan sekaligus memerangi Milo Narkobaya yang sudah jelas menyengsarakan anak bangsa generasi penerus.
Para orang tua sekarang tidak henti-hentinya mengawasi, mengarahkan, menasehati atau menjaga agar anaknya tidak sampai terjerumus dari pergaulan bebas dan disamping itu remaja sekarang ini sudah sangat mengkwatirkan pola tingkahnya, bahkan akhirnya, yang disalahkan sudah jelas adalah orang tua juga.
Sementara ini telah diketahui Miras Oplosan maupun Sabu-sabu tersebut sudah merambah ke anak pelajar SMP dan bahkan yang lebih miris lagi didengar sudah menyentuh anak SD juga. Kebanyakan anak baru gede ini maupun anak bau kencur itu dicekokin atau dipaksa agar mau menikmati maupun mencoba merasakan barang haram tersebut.
Maka hal ini dikatagorikan sudah masuk diambang batas kekuwatiran Negara dan Bangsa Indonesia, sehingga seluruh generasi anak bangsa sudah selayaknya atau wajib memberangus para bandar-bandar atau pemasok tersebut di Bumi Persada Nusantara Indonesia tercinta ini,”Kata Kapolres Lumajang AKBP Raydian Kokroseno SIK. (BERTUS)