Polres Bangkalan Ungkap Tipu Gelap Dengan Modus COD

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo, SH, MH saat konferensi pers ungkap kasus tipu gelap dengan modus COD. (Photo courtesy of Wartapos).

BANGKALAN, Wartapos.id – Sistem jual beli bayar ditempat atau lebih dikenal dengan sistem COD (Cash on Delivery) nampaknya dimanfaatkan oleh para pelaku tindak kejahatan untuk memperdaya korbannya. Hal tersebut terbukti saat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan melaksanakan konferensi pers di Mapolres Bangkalan pada Kamis (03/06/2021) siang.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo SH MH saat konferensi pers digelar mengutarakan bahwa Satreskrim Polres Bangkalan telah berhasil mengungkap kasus tipu gelap dengan modus pemesanan barang dengan sistem COD.

“Siang ini kami sampaikan rilis terkait dengan pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan dengan tersangka initial R dan M. Kronologisnya pada tanggal 29 Mei 2021 sekira pukul 22.00 WIB, tersangka R memesan water heater (pemanas air) terhadap korban atas nama S, korban ini orang Lamongan. Kemudian korban ini datang menyerahkan pesanan tersebut. Sampai di TKP atau dilokasi, di jalan raya Parseh kecamatan Socah, barang diterima oleh tersangka R. Kemudian datang salah satu tersangka atas nama M untuk menemani R. Setelah ada pertemuan, barang water heater dibawa oleh tersangka R.”papar AKP Sigit yang mendapat amanah sebagai Kasatreskrim Polres Bangkalan berdasarkan surat telegram Kapolda Jatim Nomor ST/379/11/KEP/2021 tertanggal 26 Februari 2021 ini.

Tersangka R pelaku tindak pidana Penipuan dan Penggelapan dengan modus COD. (Photo courtesy of Wartapos).

Sigit lantas melanjutkan, “Kemudian korban oleh tersangka M diberitahu bahwa dia ditinggal oleh tersangka R. Akhirnya, korban S dibawa oleh tersangka M untuk mencari tersangka R. Pada saat dalam perjalanan, tersangka M mengatakan bahwa akan dikemudikan kendaraannya agar perjalanan lebih cepat. Namun pada saat tersangka M menguasai sepeda motor, Honda CB, korban S ditinggal. Akhirnya tersangka M meninggalkan korban di jalan raya Parseh.” Sambungnya.

Menurut Sigit, pada tanggal 31 Mei 2021 pukul 14.30 WIB, Tim Resmob Polres Bangkalan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka R.

“Karena pada saat itu tersangka R membawa senjata tajam sebilah pisau dan melakukan perlawanan pada saat dilakukan penangkapan, akhirnya oleh petugas Resmob dilakukan tindakan tegas terukur dan akhirnya bisa dilumpuhkan.” Tegasnya.

“Setelah sampai di Mako dilakukan pemeriksaan, pengembangan, ternyata Tersangka R ini dengan tersangka lainnya, initial M melakukan kejahatan yang sama terhadap korban inisial M berasal dari Gresik pada tanggal 07 Mei 2021. Kronologisnya Tersangka R ini memesan sarung 15 biji kemudian pada tanggal 09 Mei 2021 sarung tersebut dikirim kurang lebih pukul 14.00 siang. Pada saat Sarung diterima oleh tersangka R dibawa terlebih dahulu. Selang beberapa menit, akhirnya tersangka M membawa ke sebuah rumah kosong dan ditunjukkan bahwa itu adalah rumah R. Namun setelah ditinggal sampai beberapa lama, ternyata sudah tidak ada.” Papar Sigit menjelaskan kronologi penangkapan dan pengembangan kasus tersebut.

Sigit lantas mengutarakan bahwa saat ini sedang dilakukan pencarian terhadap tersangka M, “Untuk tempat-tempat persembunyiannya sudah kita kantongi alamatnya.” Pungkasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain, Water heater, Sarung, Kalung dan senjata tajam berupa sebilah pisau. Pasal yang diterapkan adalah Pasal 378 KUHP dan UU darurat no 12 tahun 1951 karena membawa senjata tajam pada saat ditangkap dan melakukan perlawanan. Tindak pidana Penipuan dan penggelapan dengan modus COD pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Pewarta : Ahsan
Editor : Redaksi