JatimLumajang

Merasa Di Rugikan, Warga Jugosari Tutup Akses Jalan Truk Pasir

warga tutup akses jala truk pasir

Lumajang Wartapos.id – Dereta panjang armada pengakut pasir dari tambang wilayah Desa Jugosari Kecamatan Candipuro Lumajang Jawa Timur harus tertahan dijalan desa Jugasari, pasalnya truk tersebut tidak boleh melintas sebelum permintaan dari masyarakat Jugosari terpenuhi.

Salah satu warga Jugosari yang kami temui menyampaikan penutupan akses jalan bagi pengangkut pasir tersebut bukan tanpa alasan, hal itu disebabkan karena warga merasa di rugikan dimana kesepakatan dengan para penambang sudah di ingkari yang sebelumnya sepakat ada dana kompesasi sebesar Rp 15.000 tiap truk.
“Dulu sudah ada kesepakatan bahwa setiap truk yang mengangkut pasir memberikan dana kompensasi bagi warga sebesar Rp 15.000 yang dibayarkan setiap bulan dengan di akumulasikan setiap harinya dimana dana tersebut digunakan untuk uang debu dan perbaikan jalan setempat, namun kenyataannya hal tersebut berbeda jumlahnya oleh karena itu kami pihak warga meminta di bayarkan secara tunai setiap kali truk yang mengangkut pasir lewat di daerah kami”. Ujarnya
Masyarakat akan tetap menahan truk selama belum ada kesepakatan,  “kami akan tetap menutup akses jalan ini jika permintaan kami belum di sepakati, mengingat dampak dari truk pengangakut pasir tersebut mengakibatkan jalan didesa kami rusak parah serta resiko kesehatan yang ditimbulkan akibat debu yang tiap hari berterbangan yang lebih parahnya lagi resiko kecelakaan dijalan cukup tinggi”. Ucap warga Jugosari yang enggan disebutkan namanya
Mahmudi Kepala Desa Jugosari Kecamatan Candipuro
Sementara itu Kepala Desa Jugosari, Mahmudi kepada sejumlah awak media, rabu (7/11) menyampaikan bahwa sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan pihak penambang namun setelah beberapa waktu menimbulkan polemik
“Sebelumnya sudah ada kesepakatan antara warga dengan pihak penambang dimana setiap rotasi truk yang mengangkut pasir di kenakan dana kompensasi sebesar 15.000 yang di bayarkan setiap bulannya, namun kenyataannya tidak sesuai dengan kesepakatan dimana ada selisih antara perhitungan warga dengan pihak penambang sehingga menimbulkan polemik” Terang Kades Jugosari
Mahmudi menambahkan setelah berjalan beberapa bulan timbul selisih jumlah kompesasi yang akan diberikan kepada warga hingga menimbulkan polemik baru dan saat ini warga meminta di bayar secara tunai
“Saat ini warga meminta dibayar secara tunai setiap truk yang mengangkut pasir dan tidak lagi di akumulasi setiap bulannya” Tukas Kades Mahmudi.
Informasi yang kami terima bahwa dalam setiap harinya truk mengangkut pasir yang melintasi desa Jugosari rata – rata sekitar 500 hingga 700 truk, jika setiap truk memberikan kompesasi 15.000, berarti kompesasi yang diterima untuk uang debu dan perbaikan jalan setiap bulannya berkisar Rp 225 juta. (nzr)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button