Meriahkan Hari Santri Nusantara 2018, SDN Kebonsari Kulon 1 Turunkan Seni Samroh dan Pianika

Probolinggo, Wartapos.id – Peringatan Hari Santri Nusantara (HSN) yang pada tahun ini (2018) memasuki tahun ke empat semenjak dicanagkan pemerintah pusat pada tahun 2012 silam. Seperti yang nampak dalam kegiatan memperingati HSN 2108 yang diadakan Pemerintah kota Probolinggo, Senin (22./10).
Kegiatan Pawai yang dibuka oleh Kadisdikpora kota Probolinggo, Drs HM Maskur M.Pd dan diikuti sebanyak 32 peserta dari berbagai elemen mulai dari kalangan Pondok pesantren, Pelajar (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK dan MA) hingga organisasi kemasyarakatan yang berbasis keagamanaan hanyut dalam kegiatan pawai yang mengambil start di depan kantor Pemkot Probolinggo atau Jalan Panglima Sudirman, kemudian melintas di Jalan dr Sutomo, Jalan Ahmad Yani dan berakhir di alun-alun kota Probolinggo.
Salah satu peserta dalam even tersebut yakni SDN Kebonsari Kulon 1 Kecamatan Kanigaran kota Probolinggo. Dalam kegiatan tersebut, lembaga pendidikan ini menurunkan atraksi seni samroh yang diiringi atraksi pianika oleh siswa siswi mulai kelas IV hingga kelas VI.
Terhadap peserta ini, pantauan Wartapos dilapangan menunjukkan semangat yang cukup tinggi dari siswa siswi sekolah tersebut. Sepanjang rute yang dilalui, nampak tidak terlihat wajah lelah pada siswa sekolah ini dan mereka sangat menikmati momen tersebut.
Rita Gertudis P>HU,S.Pd, M.Pd selaku Kepala Sekolah SDN Kebonsari 1 kota Probolinggo saat dimintai komentar terkait kegiatan tersebut mengatakan bahwa keikutsertaan lembaga pendidikan yang dipimpinnya merupakan satu respon terhadap kegiatan yang diadakan Pemkot Probolinggo dan Diknas terlebih kegiatan ini agenda nasional “kami responsif terhadap peringatan Hari santri Nasional yang merupakan kegiatan yang bersifat nasional. Selain itu, dengan memperingati HSN ini setidaknya kami bisa tunjukkan pada siswa bahwa peran santri dalam perjuangan mendirikan negara ini sangat besar.”Ujarnya.
Dalam kegiatan pawai yang diikuti siswa SDN Kebonsari kulon 1 ini, hampir semua guru ikut mendampingi siswa siswinya hingga kegiatan berakhir di garis finis. (Rul)





