Lumajang

BLT DBHCHT Menjangkau 13 Desa di Tempeh, Total 890 Buruh Tani Jadi Penerima

Lumajang Wartapos.id -Sebanyak 450 buruh tani tembakau dari lima desa di Kecamatan Tempeh menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun 2026, Kamis (5/11/2026). Penyaluran di Balai Desa Besuk tersebut menjadi tahap lanjutan setelah sebelumnya bantuan diberikan kepada 440 penerima dari delapan desa lainnya di kecamatan yang sama.

Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menyerahkan bantuan sekaligus menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada buruh tani tembakau yang memiliki peran penting dalam rantai produksi hasil tembakau, mulai dari penanaman, pemeliharaan, pemanenan, hingga pengolahan awal daun tembakau.

Di Kecamatan Tempeh, total terdapat 890 buruh tani tembakau yang berhak menerima bantuan dan tersebar di 13 desa. Sebanyak 440 orang dari delapan desa telah menerima bantuan sebelumnya di Balai Desa Kaliwungu. Sementara penyaluran di Desa Besuk menjangkau 450 penerima dari lima desa.

Rinciannya meliputi Desa Besuk sebanyak 117 orang, Gesang 22 orang, Jatisari 71 orang, Jokarto 180 orang, dan Pulo 60 orang.

Dalam sambutannya, Yudha menyampaikan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga penerima, menjaga daya beli, serta memberikan perlindungan sosial bagi buruh tani tembakau.

“Bantuan ini mungkin sederhana, namun semoga manfaatnya bisa dirasakan nyata oleh keluarga Bapak dan Ibu sekalian. Semoga dapat membantu meningkatkan pendapatan, meringankan beban ekonomi rumah tangga, menjaga daya beli, mengurangi kerentanan sosial-ekonomi, serta meningkatkan perlindungan sosial bagi buruh tani tembakau beserta keluarganya,” ujarnya.

Ia mengakui bantuan tersebut belum dapat menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi masyarakat. Namun, pemerintah berharap dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus hadir dan berjalan bersama masyarakat.

Yudha juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan bantuan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain penyaluran bantuan, Wakil Bupati turut mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama memasuki masa peralihan musim atau pancaroba. Perubahan cuaca dan meningkatnya potensi hujan perlu diantisipasi melalui kegiatan bersama di lingkungan masing-masing.

“Mari kita bersama-sama, Pak RT, Pak RW, kepala desa, dan seluruh masyarakat bisa kerja bakti membersihkan selokan. Sebelumnya musim kemarau, sekarang sudah musim hujan. Kita bersama-sama menjaga diri dengan baik,” pesannya.

Melalui penyaluran BLT DBHCHT dan ajakan menjaga kebersihan lingkungan, pemerintah berharap dukungan kepada masyarakat dapat berjalan beriringan dengan penguatan kepedulian sosial.

Bantuan bagi buruh tani tembakau diharapkan meringankan kebutuhan keluarga, sementara partisipasi warga dalam menjaga lingkungan menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko dampak musim hujan.

Reporter : Nizar/Anwar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button