Nekad Nambang Tengah Malam Warga Sumberwuluh Tertimbun Pasir Panas Sisa Erupsi Semeru

Lumajang Wartapos.id – Seorang warga Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang bernama Veri mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh setelah tertimbun pasir panas saat melakukan penambangan dini hari Sabtu (20/6/2026). Kejadian berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB di bawah jembatan Perak Besuk, aliran sungai lereng Gunung Semeru.
Pasir yang menimbun korban masih menyimpan sisa panas akibat material letusan sebelumnya serta terkena aliran lahar dingin sekunder. Veri segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan penanganan medis.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah, menegaskan kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat di sekitar wilayah berisiko. Pihaknya sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran dan himbauan tegas agar tidak melakukan aktivitas penambangan di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak Semeru.
“Saya sudah mengeluarkan surat edaran dan menghimbau keras agar tidak ada penambangan di jalur tersebut. Kejadian ini membuktikan bahaya masih mengintai,” ujar Bunda Indah saat menjenguk korban di rumah sakit, Sabtu pagi.
Ia juga menyayangkan masih banyak warga yang nekat bekerja di lokasi tersebut lewat pukul 16.00 WIB, padahal ketentuan jam operasional sudah diatur secara tegas.
Terpisah, Ketua LSM Ampel, Arsyad Subekti, turut menyampaikan keprihatinan. Ia menilai kecelakaan ini seharusnya tidak terjadi jika aturan yang berlaku dipatuhi dan ditegakkan.
“Sesuai Peraturan Bupati Nomor 32 Tahun 2024 Pasal 7 Angka 6 Huruf b, tertulis jelas: dilarang melakukan operasional pertambangan di luar pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Pelanggaran ini harus ditindak dengan sanksi tegas,” tegas Arsyad.
Ia juga mendesak pemangku kebijakan mulai menertibkan pelanggaran sejak dini, bukan menunggu muncul korban baru.
“Jangan menunggu ada musibah lagi baru bertindak. Penegakan aturan harus berjalan konsisten sejak Perbup ini diberlakukan demi keselamatan nyawa masyarakat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban masih dalam perawatan intensif di RSU dr. Haryoto Lumajang.
Reporter : Nizar/Anwar





