Lumajang

Semarak Festival “Sego Takir” Penutup Rangkaian Harjalu ke 769 Dihadiri Oleh “Duo Indah”

Lumajang Wartapos.id – Festival “Sego Takir” menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Jadi Lumajang ke 769. Event budaya kaya makna menjadi simbol semangat gotong royong masyarakat Lumajang mewujudkan Lumajang yang terus melaju dan berdaya saing.

Ada yang menarik dalam Festival “Sego Takir” kali ini dimana selain dihadiri mantan Bupati Lumajang periode 2015 – 2018 yakni KH. As’at Malik, Festival tersebut juga dihadiri oleh “Duo Indah”, yakni Indah Wahyuni Pj. Bupati Lumajang saat ini dan Indah Amperawati mantan Wakil Bupati Lumajang periode 2018 – 2023 yang juga akan menjadi Bupati Lumajang periode 2025 – 2030

“Mari terus mempererat tali silaturahmi, kesatuan dan menjaga kebelanjutan tradisi budaya yang kaya makna demi keberlangsungan pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Menjadikan Kabupaten Lumajang lebih baik bermartabat dan berdaya saing dengan ikatan kegotong royongan,” ujar Pj. Bupati Lumajang, Indah Wahyuni (Bunda Yuyun) saat membuka event Sego Takir di Pendopo Arya Wiraraja, Senin (30/12/2024).

Bunda Yuyun menjelaskan bahwa Kabupaten Lumajang memiliki semangat gotong royong sebagai bagian dari jati diri masyarakat yang harus terus dipelihara dan dikembangkan. Kegiatan ini menjadi inspirasi dan merupakan event tahunan Kabupaten Lumajang yang terus dirawat oleh masyarakat Kelurahan Ditotrunan bertajuk “Festival Sego Takir Sabdo Roso”.

Kalimat “Sego Takir” merupakan jargon Kelurahan Ditotrunan yang memiliki makna “Semangat Gotong Royong Nata lan Mikir”. Adapun “Sabdo Roso” adalah frasa dalam bahasa jawa yang berarti kata hati atau ucapan yang tulus.

“Sego takir adalah sajian dalam hidangan yang mengandung makna kesederhanaan, rasa syukur dan kebersamaan, yang mengingatkan kita semua untuk seslau menjaga kata dan perbuatan untuk membentuk hubungan harmonis antara manusia dan sang pencipta,” terangnya.

Tema Festival Sego Takir Sabdo Roso pada kegiatan ini dalam rangka mangayu bagya atau menyambut Hari Jadi Lumajang ke 769 yang bertujuan untuk memberikan pesan moral di dalam membangun kebersamaan dalam berpikir dan bertindak, guna mewujudkan Kelurahan Ditotrunan dan Kabupaten Lumajang menjadi lebih aman dan sejahtera.

Usai acara, masyarakat yang hadir di Pendopo Arya Wiraraja kembul bujono atau makan bersama 1000 Sego Takir yang telah disiapkan oleh warga Kelurahan Ditotrunan sembari menyaksikan indahnya 1000 kembang api untuk menutup penghujung tahun 2024.

 

Reporter : Nizar/Anwar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button