Pengadilan Negeri Surabaya Aman, TNI Dan Polri Jaga Ketat Pengunjung


Surabaya, Wartapos.id – Sejak kejadian ledakan bom di berbagai tempat seperti ditempat Rumah Ibadah di Surabaya kemaren Minggu, 13-5-2018, tepatnya Gereja Santa Maria dan GPPS jalan Arjuno, yang menelan korban jiwa hingga puluhan dan juga korban luka luka masih bertambah, Pasca bertambahnya kejadian ledakan susulan di markas polisi yakni Polresta Surabaya jalan sikatan.

Aksi teror bom yang rencananya dilakukan sesuai yang di viralkan di berbagai medsos yaitu di tempat keramaian, seperti khabarnya tempat tempat shoping mall dan bahkan pasar atom pun sempat di tutup untuk menghindari terjadinya bom susulan.
Seperti hari ini Senin, (14/5) tepatnya aktifitas pekerjaan biasa di mulai, salah satu tempat lembaga peradilan yakni Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Jalan Raya Arjuno persis sekitar 300 meter berdekatan dengan lokasi terjadinya ledakan bom di Gereja GPPS Minggu kemaren.
Pengadilan pun akhirnya di jaga ketat oleh sejumlah aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI), berjumlah delapan orang dari regu Korem 084/ Baskhara Jaya Surabaya Kodam Jawa Timur dibantu beberapa personil Polri seperti Provost Bripka Arif dan Petugas dari Polsek Sawahan Bripka Joko serta berapa orang satpam pengadilan yang biasa berjaga di PN, untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan berikutnya.
Aktifitas kegiatan pengadilan tetap berjalan seperti biasa, kendati setiap pengunjung pun yang akan masuk wajib diperiksa setiap membawa tas tenteng melalui alat Metal Detektor tidak terkecuali petugas kejaksaan maupun pengacara dan awak media.
Selanjutnya, hal ini pun jadi perhatian khusus oleh Ketua Pengadilan yaitu Sujatmiko.SH,MH, ketika akan masuk kedalam PN sehingga mobil dinasnya pun langsung berhenti, lalu ketua PN turun dari mobil untuk mengamati penjagaan dan melihat lihat sekitar pos ketika pengunjung yang akan masuk.
Akibat peristiwa ini yang dilakukan oleh sejumlah teroris di beberapa tempat di Surabaya, Ketua PN Sujatmiko memberikan tanggapannya ketika di wawancarai sejumlah wartawan yang biasa meliput dipengadilan,
“Terkait peristiwa kemaren saya sebagai ketua pengadilan atas nama jajaran dan seluruh staf mengucapkan belasungkawa dan mengecam aksi yang dilakukan teroris, sehingga saya sempat juga bertanya ke Pengadilan Tinggi apakah pengadilan Surabaya perlu di tutup sementara?,” kata pejabat yang selalu ramah dengan wartawan.
Ketua PN menambahkan terkait rencana penjagaan yang di perbantukan oleh TNI,
“Kita belum bisa pastikan berapa hari rencana pihak TNI tetap membantu penjagaan di pengadilan, harapan saya ya mudah mudahan tidak terjadi lagi sehingga aktifitas sidang berjalan seperti biasa,” kata ketua pn.
Ditempat yang sama dekat pos penjagaan, Komandan Regu dari Korem 084 Bhaskara Jaya Surabaya, yaitu Pelda Waluyo juga memberikan tanggapan terkait penjagaan yang dilakukan oleh anggotanya,
“Kami di sini bertugas menjaga keamanan pengadilan untuk menghindari aksi teror berikutnya, agar suasana pengadilan tetap aman, dan memeriksa ketat setiap pengunjung yang akan masuk, dan jumlah anggota personil kita ada delapan orang, rencana berapa harinya kita berjaga dilihat dari situasi jika sudah kondusif kita akan balik ke markas,” tegas Waluyo.(Jhon Saragih)





