Sampang

Kesal Karena PT HCML, Akhirnya Warga Camplong Lurug DPRD Dan Pemkab Sampang

Ket foto: Bupati Sampang Fadillah Budiono saat berdialog dengan para pendemo dihalaman Pemkab

Sampang, Wartapos.id – Demi menuntut kompensasi nelayan di pesisir Camplong yang tidak dipenuhi oleh Perseroan Terbatas (PT) Husky CNOOC Madura Limited (HCML) akhirnya ratusan massa yang tergabung oleh Gerakan Pemuda Rakyat Sampang (GPRS) tumpah ke jalan melakukan aksinya serta melayangkan orasi-orasinya menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Kamis (15/02).

Sesampainya didepan Kantor DPRD Sampang, massa ditemui oleh Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana yang kemudian turut serta mendampingi massa yang rata-rata merupakan nelayan pesisir tersebut untuk menyampaikan aspirasinya ke Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

Massa yang rata-rata merupakan nelayan pesisir kemudian bergerak ke Kantor Pemkab Sampang dan ditemui langsung Ogi Bupati H. Fadhilah Budiono. Adapun, sesampainya di depan Pemkab Sampang, aksi tersebut ditemui langsung oleh Bupati Sampang Fadilah Budiono.

Koordinator Lapangan (Korlap) Buradi menyampaikan bahwa kedatangannya untuk menuntut PT. HCML bertanggungjawab dengan nasib nelayan di sekitar Camplong yang mengalami penurunan penghasilan akibat adanya eksplorasi minyak gas tersebut.

Ia menilai bahwa PT. HCML berbuat tidak adil sehingga para nelayan di daerah Camplong mengalami keterpurukan.

“Wilayah penangkapan ikan yang sudah menjadi wilayah adat pencarian ikan sebagai tulang punggung kehidupan kini dibatasi dengan area 500 Meter oleh PT HCML,” kesal Buradi dengan lantang saat menyampaikan orasinya.

Ia juga menuntut, PT. HCML bertanggungjawab atas menurunnya hasil tangkapan ikan yang berpengaruh pada perekonomian warga nelayan Camplong. Karena menurutnya PT HCML tak pernah memberikan jaminan kepada masyarakat terdampak tentang akibat negative yang ditimbulkan dari eksplorasi migas tersebut.

“Selama ini ada dampak pencemaran baik air, udara dan merusak ekosistem laut yang dilakukan oleh mereka,” pungkasnya.

Sebabnya, pihaknya menegaskan jika PT HCML, Pemkab Sampang dan DPRD Sampang tak memberikan kejelasan kepada nelayan maka ia tak segan-segan untuk menangkap ikan di wilayah eksplorasi migas tersebut.

“Jika DPRD dan Pemkab Sampang tidak memberikan kami kejelasan, maka kami tidak segan-segan untuk menangkap ikan di wilayah eksplorasi migas tersebut, serta akan melakukan aspirasi kami ini dengan jumlah yang lebih besar”, jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sampang Fadhilah Budiono ketika menanggapi para demonstran sempat bersitegang karena para massa meminta bertemu dengan perwakilan dari PT. HCML.

Pihaknya tak bisa mempertemukan dengan perwakilan PT. HCML karena pada saat itu surat dari GPRS terkesan mendadak dan tak ada tujuan untuk berdialog dengan mereka.

Ket foto: surat kesepakatan damai dan permintaan massa untuk bertemu dengan PT. HCML yang ditanda tangani oleh Bupati Sampang Fadillah Budiono

“Kami juga akan mendukung aspirasi dari masyarakat, dan akan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan dari para nelayan di daerah pesisir Camplong. Namun, kami menilai surat dari GPRS ini terkesan mendadak dan tak ada tujuan untuk berdialog dengan PT.HCML.

Karena massa meminta bertemu dengan PT. HCML maka kami akan sepakati hal tersebut. Kami akan menggelar dialog kembali dengan PT.HCML yang akan dihadiri perwakilan Pemerintah dan DPRD pada hari Kamis depan,” ungkap Fadillah Budiono. (Cat/Fat).

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button