
Surabaya, Wartapos.id – Dinas perdagangan dan dinas sosial serta pimp PGN ( Perusahan Gas Negara) hadir di komisi B DPRD kota Surabaya ,dan di pimp Hj Lutfiyah .S.Psi , ketua komisi B mereka menyampaikan masalah kenaikan harga Gas yang dirasakan warga sangat disayangkan Komisi B DPRD Kota Surabaya, pasalnya kenaikan tersebut dinilai sangat menyulitkan. Rabu (15/12/21)
Saat di temui awak media Wakil Ketua Komisi B, Anas Karno menjabarkan harga gas dari Pertamina Gas Nasional (PGN) naiknya tidak hanya 100 persen bahkan mencapai 500 persen.
“Hampir dua bulan keluhannya warga Surabaya baik melalui WA, telpon masuk ke kawan kawan komisi B, akhirnya ada hearing ini.” ujar Anas,
Sebenarnya warga sudah melakukan pengaduan ke pihak PGN, kendati begitu aduan warga sampai sejauh ini belum ada keputusan, bahkan pelanggan ada yang nekad memutus (meteran) sendiri karena meroketnya harga gas tersebut.
“Pemutusan tersebut ditengarai karena pembayarannya di angka 200, 300, 600 bahkan tadi sekitar ada 2 juta. Ini kan kasihan warga Maka Komisi B segera hearing kan dengan PGN, mudah mudahan tadi ada tanggapan yang baik juga dari PGN dan akan segera turun.” tutur Anas
Maka Anas meminta, PGN dalam melakukan sosialisasi benar – benar dilakukan secara massif, bukan sifatnya umum. Agar tidak mengagetkan mayarakat dengan meroketnya harga gas itu.
“Disini ada faktor yang menyebabkan pelanggan kaget karena kurangnya sosialisasi tentang kenaikan, juga PGN kurang terjun langsung pada saat kejadian permasalahan. Perlu adanya respon yang cepat dari manejemen PGN yang di Surabaya tanggapan dan keluhan pembayaran kalau sampai 2 juta kasihan ini sistem nya apa?” keluh Anas
Sehingga tegas Anas, PGN harus memahami, apabila masyarakat ada yang keberatan melakukan pembayaran langsung, maka ia mengimbau pembayaran itu diangsur. Sebab kebanyakan warga adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Kecuali masyarakat diatasi itu tidak masalah, lha ini banyak MBR yang mengeluhkan masalah ini.” ketus Anas
Reporter : GT





