Sejumlah Sopir “Ngluruk” Ke Kantor Bupati, Pertanyakan Bansos Covid 19

Sejumlah perwakilan sopir bus di Lumajang pun akhirnya mendatangi Kantor Bupati Lumajang, Senin (08/06/2020). Mereka menanyakan hak mereka sebesar Rp 600 ribu. Karena ada bansos Covid-19 dari pusat yang dikhususkan bagi para sopir.
Salahsatu sopir, Didik menyampaikan, awalnya dirinya sudah didata oleh perusahaannya untuk mendapatkan bantuan ini. Namun lama tidak ada kabar, akhirnya perusahaan menyuruhnya mengurus sendiri secara mandiri.
Ia pun mendatangi RT, RW, hingga Kelurahan tempatnya tinggal. Namun belum ada kejelasan. Akhirnya Ia mendatangi Polres Lumajang, kemudian disuruh ke Samsat. Karena diketahui ini bantuan dari Polri.
“Namun terlambat katanya, sudah dikirim datanya. Informasinya data sopir di Lumajang ada 660 sopir, namun yang yang dikirim datanya sekitar 300 sopir,” ucapnya.
Karena belum ada kejelasan, Didik dan kawan pa- kawannya kemudian mendatangi Dinas Perhubungan Lumajang untuk menanyakan hal ini. Tapi sayangnya, Dishub menyuruh mereka tanya ke pihak Terminal Wonorejo.
“Dari sana, kita disuruh ke bupati,” katanya.
Didik menegaskan, dirinya sudah 3 bulan tidak bekerja. Karena PO tempatnya bekerja berhenti sementara. Dampak adanya pandemi Covid-19.
“Kalau bisa bekerja, Saya tidak akan tanya-tanya begini mas,” ujarnya.
Ia pun berharap, dengan datang ke Kantor Bupati, nasib sopir bus di Lumajang yang terdampak Covid-19 bisa diatasi. Agar mereka bisa mendapat bantuan yang khusus bagi para sopir.
“Solusinya bagaimana agar bisa mencairkan tersebut. Kemungkinan ada sopir lainnya yang sudah dapat,” pungakasnya.
reporter ; Nizar/Anwar





