Mundurnya BPD Di Desa Pronojiwo Menuai Polemik, Disinyalir PAW BPD Tak Diakui
Lumajang Wartapos.id – Pemerintahan Desa akan berjalan dengan baik jika semua unsur dan kelengkapan Desa seperti perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sudah terpenuhi dan lengkap, jikalau diantaranya masih belum terbentuk maka roda pemerintahan desa akan berjalan pincang.
Seperti halnya di Desa Pronojiwo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang dimana setelah pemilihan Kepala Desa serantak se-Kabupaten Lumajang 3 bulan yang lalu, semua BPD baik ketua dan anggotanya mengundurkan diri bersama – sama. Dari informasi yang diterima media ini bahwa pengunduran diri BPD tersebut disinyalir karena situasi politik di desa.
Disaat semua BPD mengundurkan diri, sesuai Perbup nomor 40 tahun 2017 menyatakan bahwa secara otomatis Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota BPD yang berada dibawahnya akan menggantikan BPD yang mengundurkan diri.
Namun menurut informasi yang diterima media ini nampaknya aturan tersebut tidak di indahkan oleh Kepala Desa Pronojiwo dan bahkan pihaknya akan membentuk BPD yang baru. Disisi lain semua PAW BPD tetap menginginkan posisi itu sesuai aturan yang ada.
Salah Satu PAW BPD, Gendut saat kami temui dirumahnya menyampaikan bahwa pihaknya siap melanjutkan periode BPD yang ada, tapi hingga saat ini Kepala Desa yang bersangkutan belum menyetujui.
“Saya siap menjadi anggota BPD, namun saya diberi dua pilihan oleh orang – orangnya pak inggi (Kades), saya disuruh memilih apakah anak saya yang tetap bekerja di desa atau saya yang menjadi BPD.” Ujarnya.
Lebih jauh Gendut menceritakan bahwa dirinya didatangi dua orang dirumahnya dan menyodorkan surat pernyataan bahwa dirinya diminta mengundurkan diri.
“Awalnya saya didatangi pak Sali dan pak Ari, meraka katanya disuruh pak inggi (Kades) meminta saya menandatangani surat pernyataan pengunduran diri saya sebagai PAW BPD kalau mau anak saya tetap bekerja didesa, tapi saya tidak mau menandatangani itu karena saya belum ketemu langsung dengan pak inggi (Kades).” Terangnya.
Senada dengan Gendut, Widiyanto yang juga PAW BPD Pronojiwo saat dikonfirmasi via telepon menyampaikan bahwa dirinya sempat di datangi Kepala Desa Pronojiwo dirumahnya terkait PAW BPD.
“Pas teng griyo pak inggi sanjang, kok moro – moro iki wonge pak inggi lawas kabeh seng dadi PAW BPD, opo kate jegal penggaweanku a, (waktu pak kades kerumah dia bilang kenapa semua yang jadi PAW BPD ini orang – orangnya pak kades lama, apa mau menjatuhkan kerjaan saya).” Ungkapnya.
Disisi lain Arianto yang disebut Gendut orang suruhan Kepala Desa Pronojiwo yang mendatangi rumahnya saat kami konfirmasi membenarkan bahwa dirinya mendatangi rumah Gendut hanya sekedar untuk menanyakan apakah Gendut siap melanjutkan menjadi BPD.
“Saya memang datang kerumah saudara Gendut hanya sekedar untuk menanyakan apakah dirinya siap melanjutkan menjadi PAW BPD sementara anakmu sendiri ada distaf desa sana, kalau memang kamu mau mengundurkan diri, anakmu tetap didesa, saya bilang gitu sama Gendut.”Jlentrehnya sembari menutup telefonnya.
Tak lama kemudian Arianto mengirinm SMS kepada kami yang isinya “Maaf ya mas tlg jenengan hub p.inggi biar jelas, maaf sebelumnya”. Tulisnya via sms.
Terpisah, kami mencoba mendatangi rumah Kepala Desa Pronojiwo Murdiono Ramli guna klarifikasi perihal tersebut namun yang bersangkutan tidak sedang berada ditempat, kami hanya ditemui istri dan orang tua Kepala Desa, sedangkan teleponnya tidak aktif
“Baru saja bapak keluar, ada warga meninggal,” kata Istri Kades.
Disisi lain Camat Pronojiwo menyampaikan bahwa perihal BPD Pronojiwo masih dalam Proses.
“Itu masih berproses, artinya prosesnya belum selesai, itu sudah kami laporkan ke pak Bupati dan kita menunggu surat pemberhentiannya”, Pungkasnya sembari menutup teleponnya.
Reporter ; Nizar/Anwar





