Lumajang

Pasien Meninggal, Kerabat Keluhkan Pelayanan RSUD dr. Haryoto, Dirut : “Sudah Sesuai SOP”

Lumajang Wartapos.id – Salah satu keluarga pasien yang dirawat di RSUD dr. Haryoto Lumajang keluhkan atas pelayanan yang dirasa kurang memuaskan, ‎Keluarga menduga kelalaian petugas menjadi penyebab berakhirnya nyawa kerabat mereka, lantaran diduga penanganan darurat justru ditunda dengan alasan menunggu dokter.

Keluhan tersebut di unggah di media sosial facebook akun “sambat bunda” @Samsul Arifin. Dalam unggahannya @Samsul Arifin, menceritakan bahwa saat itu ibunya masuk RS, karena tidak ada ruangan lagi terpaksa ditaruh diruang standart isi 3.
“Pas di UGD ibu saya tekanan darah rendah, dan setelah di infus tekanan darahnya normal, terus dipindah ruangan melati, Namun tak lama setelah tiba di ruangan, kondisi pasien memburuk, ia batuk hingga mengeluarkan darah. Samsul segera melapor kepada perawat yang bertugas. Namun jawaban yang diterima sungguh memilukan, disuruh menunggu dulu,” dikutip dari unggahan tersebut.
‎Kondisi pasien makin kritis, napasnya sesak. Samsul memohon agar ibunya segera diberi bantuan oksigen. Namun lagi-lagi perawat menyuruh pasien tetap menunggu dengan alasan belum ada dokter yang datang. Tanpa penanganan apa pun, kondisi pasien terus memburuk hingga akhirnya muntah darah dan meninggal dunia.
‎Kisah yang disampaikan keluarga itu memunculkan pertanyaan tajam yang kini bergema di tengah masyarakat. “Apakah seorang perawat dilarang melakukan tindakan pertolongan pertama pada pasien dalam keadaan gawat darurat hanya karena belum ada perintah dokter?” tanya Samsul. Padahal, sesuai aturan yang berlaku, pertolongan untuk menyelamatkan nyawa pasien kritis wajib dilakukan seketika itu juga, tanpa boleh menunggu siapa pun.
‎Tanggapan tajam juga disampaikan warga lain, salah satunya Agus Setiawan. Menurutnya, merunut alur cerita keluarga, pasien meninggal tidak lama setelah pindah kamar — yang menimbulkan dugaan penanganan di IGD belum membaca kondisi pasien secara menyeluruh.
‎Terpisah, Direktur Utama RSUD Dr. Haryoto, dr. Wawan Arwijanto, memberikan penjelasan berbeda. Ia menegaskan penanganan telah dilakukan sesuai prosedur.
‎”Datanya nyeri di kepala, mual, muntah dari rumah, datangnya hanya dengan lemas saja. Waktu itu ada dua dokter jaga di UGD. Apa yang kami lakukan sudah semaksimal mungkin, seoptimal mungkin. Memang kasus yang dihadapi adalah kasus yang berat. Kami memberikan pelayanan yang maksimal, dan hasil sekali lagi bukan kami yang menentukan,” ujar dr. Wawan. Jum’at (07/08/26)
“Yang disampaikan dimedsos itu tidak benar, perawat segera mendatangi pasien sesaat setalah keluarga korban melapor dan sudah ditangangi sesuai SOP,” Imbuhnya
‎Ditanya terkait laporan keluarga bahwa pasien disuruh menunggu dokter hingga meninggal, serta diminta bukti rekam jejak penyampaian petugas, dr. Wawan menyebut tidak terdapat kamera pengawas (CCTV) di ruang jaga.
Reporter : Nizar/Anwar

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button