Lestarikan Tradisi Bersih Desa, Pemdes Sonoageng Gelar Kirab Budaya Dan Kirab Hasil Bumi

Nganjuk Wartapos.id,— Pemerintah desa Sonoageng kecamatan Prambon kabupaten Nganjuk, Kamis ( 23/07/26 ) menggelar kirab budaya dan kirab hasil bumi sebagai wujud rasa syukur atas berbagai nikmat dan keberkahan yang telah diterima. Kegiatan kirab budaya dan kirab hasil bumi yang di mulai dari depan kantor desa Sonoageng dengan membawa hasil bumi ( Julen ) sampai makam eyang Sahid. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang turut berpartisipasi maupun menyaksikan jalannya acara.
Hadir dalam acara Kirab budaya dan kirab hasil bumi bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A, camat Prambon, Kapolsek Prambon, kepala desa Sonoageng Suharto beserta perangkat desa, BPD, LPM, Kader, tokoh masyarakat, RT RW, karang taruna, dan seluruh masyarakat desa Sonoageng, serta kelompok seni budaya, Beragam atraksi ditampilkan, seperti arak-arakan hasil bumi, kesenian tradisional, serta pertunjukan budaya khas daerah yang menambah semarak suasana.
Sekitar pukul 13.30 WIB kirab budaya dan kirab hasil bumi di mulai, warga tampak memadati sepanjang jalan yang di lewati untuk menyaksikan jalannya kirab sambil mengabadikan momen tersebut. Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati jalan desa Sonoageng, kegiatan tahunan yang digelar Pemerintah Desa Sonoageng sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang maha kuasa dan nguri nguri budaya serta atas limpahan Rahmat, rejeki, kesehatan, keselamatan.
Arak arakan Julen / wadah sudah menjadi tradisi turun temurun yang harus di lestarikan ini merupakan wujud syukur masyarakat desa Sonoageng kepada tuhan yang maha kuasa atas hasil panen padi, jagung , bawang merah dan buah buahan yang melimpah . Selain itu ada arak arakan ” makanan Apem ” itu merupakan pewaris dari nenek moyang yang mana orang yang sudah meninggal pasti ada makanan Apem untuk di jadikan rebutan atau berkah di makam Mbah eyang Sahid.
“Kepala desa Sonoageng Suharto menyampaikan kirab budaya dan kirab hasil bumi sudah di lakukan turun temurun oleh masyarakat desa Sonoageng setelah panen ke dua ( walik,an) kegiatan pawai budaya di mulai dari kantor desa Sonoageng sampai di makam ”Mbah eyang Sahid ” yang tujuannya berdoa bersama memohon kepada yang maha kuasa agar masyarakat desa Sonoageng di berikan kesehatan, panjang umur, kemakmuran, kesejahteraan, hasil panen yang berlimpah ruah, dan masyarakat desa Sonoageng yang guyup dan rukun, jelasnya”.
Lanjut kades, untuk mengingat jasa ”Mbah eyang Sahid” yang pertama kali menemukan / babat desa Sonoageng, merupakan wujud syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas rahmat, nikmat, dan hidayah nya yang di berikan kepada kita semua, untuk nguri – nguri budaya yang harus di lestarikan sampai akhir zaman nanti, dan memberikan contoh kepada generasi muda biar tahu bagaimana adat kita ini jangan sampai di lupakan oleh anak cucu kita, “imbuhnya”.
Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A. dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat desa Sonoageng, bersih desa Sonoageng sangat luar biasa. Nganjuk punya icon yaitu desa Sonoageng setiap bersih desa Sonoageng sangat luar biasa dan meriah sekali, di sepanjang desa Sonoageng ribuan pedagang UMKM semuanya tumpah ruah untuk berjualan ini sangat baik bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat desa Sonoageng, perputaran ekonomi semakin baik dan hidup masyarakat desa semakin sejahtera, “tuturnya”.
“Bersih desa Sonoageng merupakan wujud syukur kepada Allah SWT dan nguri nguri budaya jangan lupakan sejarah, jangan lupakan leluhur kita yang sudah mendahului kita yaitu Mbah eyang Sahid, dan Mbah Eyang Putri mudahan para leluhur kita di tempatkan di surga. Dengan kita menyelenggarakan bersih desa ini, desa Sonoageng semakin maju, hasil pertanian semakin bagus dan masyarakat makmur dan sejahtera. Saya mewakili pemerintah kabupaten Nganjuk mengucapkan selamat atas bersih desa Sonoageng yang sangat luar biasa dan sukses, tandanya”.
“Sementara itu ketua BPD desa Sonoageng Sunardi sekaligus tokoh masyarakat menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat desa Sonoageng yang pada hari ini guyub rukun melaksanakan pawai budaya dan kirab hasil bumi. Sejarah singkat desa Sonoageng kecamatan Prambon kabupaten Nganjuk, pada abad ke 17 ada seorang remaja datang dari Surakarta yang bernama Raden Kanoman untuk mengembara menyebarkan agama Islam. Pada waktu mengembara Raden Kanoman berhenti di suatu tempat dan berteduh di pohon Sono yang besar dengan perkembangan zaman akhirnya dinamakan desa Sonoageng, ungkapnya”.
Selain kirab budaya dan kirab hasil bumi masyarakat desa Sonoageng setiap dusun, setiap RT / RW juga menyelenggarakan hiburan sendiri ada hiburan wayang kulit, pentas seni, lomba lomba, seni jaranan dan layar lebar. Harapan kami dengan di selenggarakannya kirab budaya dan sedekah bumi ini masyarakat desa Sonoageng mendapatkan keberkahan, kemakmuran, murah sandang pangan, guyub rukun, sehat jasmani rohani serta gemah ripah loh jinawi, “pungkasnya”. (team/zi)





