BangkalanJatimReligi

Sekjen Forkoum Bangsel ; Bukan Membangun Di Madura Tetapi Harus Membangun Madura

Bangkalan, Wartapos.id – Bertempat di Masjid Al Muttaqien Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, Kyai dan Tokoh Masyarakat bersepakat untuk membentuk wadah organisasi dengan nama Forkoum Bangsel (Forum Komunikasi Ulama dan Masyarakat Bangkalan Bagian Selatan) pada hari Minggu (17/03/2019).

Terbentuknya Forkoum Bangsel tersebut merupakan hasil keputusan dalam pertemuan sebelumnya. Setelah menyusun kepengurusan dalam organisasi tersebut juga membahas perkembangan pembangunan di Madura Khususnya di wilayah Bangkalan bagian selatan.

Kepada wartawan www.wartapos.id sekjen Forkoum Bangsel, Abd Jalil Tolha mengatakan bahwa Forkoum Bangsel merupakan kelanjutan dari hasil pertemuan sebelumnya di Masjid Raudatul Hidayah Kampung Palenggien.

“Di Masjid Raudatul Hidayah diputuskan untuk membentuk sebuah wadah. Hari ini, kita (Kyai dan Masyarakat) sudah menjalankan amanah hasil keputusan dengan membentuk organisasi dengan nama Forkoum Bangsel ini.” Kata Jalil Talha.

Dengan terbentuknya Forkoum Bangsel tersebut, disepakati untuk sama-sama mengawal, juga memacu percepatan pembangunan di Kabupaten Bangkalan pada khususnya dan Madura pada umumnya. “Namun, dari pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah (Baik Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat) Pembangunan di Madura ini kami istilahkan Bukan membangun di Madura tetapi Membangun Madura.” Tutur Jalil Talha.

Abdul Jalil Talha mengkhususkan bahwa Forkoum Bangsel akan mengawal atau menjaga hal – hal yang sifatnya peninggalan dari Sesepuh. “Khususnya peninggalan atau Duriyah dari Sunan Cendana ini bisa tetap terpelihara dan kita usahakan tidak hilang di telan oleh pembangunan. ” Tuturnya.

Ketua Forkoum Bangsel, KH Abd. Choir Siradj mengatakan bahwa Forkoum Bangsel ini terbentuk dari 5 Kecamatan pesisir Selatan Bangkalan termasuk didalamnya diwakili para Dzurriyah Sunan Cendana. “Kami dalam Forkoum Bangsel ini terbentuk untuk mengontrol dan menyelamatkan cagar budaya itu sendiri.” Tutur Kyai Choir Siradj.

Lebih lanjut, Kyai Choir Siradj mengatakan,” Kalaupun memang harus dibangun, Jadikan pembangunan itu pembangunan yang religius, artinya jika akan dibangun tempat wisata, jadikanlah wisata yang bersifat religius.” Harap Kyai Choir Siradj.(Dan)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button