JatimNganjukPelangi

Tradisi Bersih Desa Candirejo sebagai Bentuk Penghormatan , Memperkuat Ikatan Sosial Dan Kebersamaan Antar Warga

 

 

 

 

Nganjuk, Wartapos.id – Nyadran berasal dari kata “sadran” yang dalam bahasa berarti “persembahan untuk para leluhur”. Tradisi ini diyakini sebagai warisan budaya yang harus di lestarikan. Masyarakat memaknai Nyadran sebagai wujud bakti dan penghormatan kepada para leluhur yang telah membuka jalan dan membangun kehidupan di daerah mereka. Melalui Nyadran, masyarakat desa Candirejo dapat mengenang jasa para leluhur serta mendoakan agar para arwah mendapat ketenangan di alam sana (barzah). Selain itu, Nyadran juga menjadi sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan antar warga.

 

 

 

 

Tradisi Nyadran / bersih desa Candirejo kecamatan Loceret kabupaten Nganjuk dilaksanakan pada bulan ruwah ( Sakban ) di penanggalan jawa. Sebelum Pelaksanaan nyadran atau bersih desa di awali dengan kerja bakti membersihkan lingkungan makam atau petilasan para leluhur. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempercantik dan menghormati tempat peristirahatan leluhur, tapi juga sebagai sarana menjalin kebersamaan, gotong royong guyup rukun, dan menjadikan desa Candirejo “gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kertoraharjo baldatun toyyibatun warrobun ghofur”.

 

 

 

 

 

Pada hari pelaksanaan sedekah bumi / Nyadran / bersih desa seluruh masyarakat desa Candirejo berbondong- bondong memakai pakaian yang rapi dan membawa tumpeng atau makanan menuju makam / petilasan para leluhur. Warga masyarakat berdoa bersama untuk mendoakan leluhur mereka. Doa yang dipanjatkan berisi ucapan syukur atas limpahan rezeki dan berkah yang diberikan, serta permohonan agar para leluhur mendapat ketenangan dan di tempatkan di surga nya Allah swt.

 

 

 

 

Pemerintah desa Candirejo kecamatan Loceret kabupaten Nganjuk bersama lembaga desa dan seluruh masyarakat pada tanggal 09-02- 2025 pukul 05.30 wib telah melaksanakan kegiatan khataman Al Qur’an tempat di Punden Candi Boto dan seluruh masjid yang ada di desa Candirejo. Tanggal 10-02-2025 pukul 09.00 wib kegiatan selamatan di rumah kepala desa Candirejo di lanjutkan pukul 10.00 wib kegiatan selamatan di Candi Boto. Pukul 11.00 wib kegiatan selamatan di punden Mbah Gedong. di lanjutkan pukul 14.30 wib kegiatan selamatan di kantor desa Candirejo. Pukul 14.30 wib kegiatan selamatan di punden Mbah Lenguk ( candi kidul ). Dan 19.30 wib kegiatan Langen bekso ( tayub ) tempat di balai desa Candirejo.

 

 

 

 

 

Tanggal 11-02-2025 pukul 09.00 wib kegiatan selamatan tempat Punden Sumur Bumbung dusun Kalangan. Pukul 10.00 wib kegiatan selamatan di Punden Candi Boto ( candi lor ) . Pukul 11.00 wib kegiatan Langen bekso/ tayub tempat sumur bumbung dusun Kalangan. Tanggal 16-02-2025 pukul 07.00 wib kegiatan kirab budaya seluruh warga desa Candirejo start depan balai desa Candirejo dan finish Candi Boto ( Candi Lor ). Pukul 10.00 wib sampai selesai kegiatan elekton tempat Candi Boto. Pukul 19.00 wib kegiatan sholawat junudul Musthofa tempat lapangan desa Candirejo. Tanggal 23-02-2025 pukul 19.00 wib kegiatan pengajian umum oleh Gus Syamsuri Abbas tempat di dusun Kalangan.

 

 

 

Kepala desa Candirejo Ronny Giat Brahmanto menyampaikan tradisi Bersih Desa atau Nyadran memiliki makna yang jauh lebih dalam. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur atas limpahan panen, kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat desa Candirejo. Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas desa, melestarikan budaya, dan memohon keberkahan dari Allah SWT. “Tradisi ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan. Melalui tradisi ini, kita diingatkan untuk selalu bersyukur atas apa yang kita miliki dan terus berupaya untuk membangun desa yang lebih baik,” tuturnya.

 

 

 

” Lanjut kades, bahwa tradisi ini telah diwariskan turun-temurun dari leluhur. Kami berharap agar tradisi ini terus dilestarikan oleh generasi muda sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan menjaga warisan budaya desa. “Tradisi ini adalah jati diri kita sebagai masyarakat desa Candirejo. Kita harus terus melestarikannya agar generasi penerus dapat mengenal dan memahami budaya leluhur kita semua, “ujarnya.

 

 

 

 

Antusiasme warga desa semakin memperkuat makna tradisi ini. Bersih Desa atau Nyadran menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antar warga dan meningkatkan semangat gotong royong. “Tradisi ini membuat kita semakin guyub dan rukun. Kita saling bahu membahu untuk kelestarian desa dan kemajuan bersama,” Tradisi Bersih Desa atau Nyadran Desa Candirejo bukan sekadar perayaan yang semarak, melainkan sebuah cerminan budaya yang kaya dan nilai-nilai luhur yang patut dilestarikan. Tradisi ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu bersyukur, menjaga kelestarian alam, mempererat persatuan dan kesatuan, “pungkasnya. ( Uzi )

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button