Jatim

PENOLAKAN PEMBANGUNAN SMPN 4 BANGIL YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN DAN DIKAJI ULANG

Pasuruan, Wartapos.id –  Muhammad Asy’ari Ketua LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indoneeia) dengan anggotanya bersama tokoh masyarakat beserta warga Raci dan Gerongan datangi kantor DPRD kabupaten Pasuruan, untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat khususnya warga dari desa Raci dan desa Gerongan. Pukul 10:45 wib audiensi dimulai setelah menunggu kedatangan team pemerintah eksekutif Dinas Pendidikan kabupaten Pasuruan, dan team pemerintah legislatif DPRD kabupaten Pasuruan komisi IV.

Acara dimulai dengan sambutan dari ketua Komisi IV, lalu dilanjut oleh Bpk. M Yusuf selaku bendahara LSM GMBI, menyampaikan beberapa kata pembuka. Bahwa dasar dari keberatan dan juga menolak atas rencana pembangunan gedung SMPN 4 Bangil, ditinjau dari pandangan dalam masyarakat dan juga pandangan umum hukum administrasi negara. Dari kata pembuka yang disampaikan, akan disampaikan pada season selanjutnya dan akan disampaikan oleh ketua LSM GMBI sendiri yaitu Bpk. M Asy’ari.

Sebelum terbentuk lembaga pendidikan SMPN 4 Bangil ini, sejarahnya dulu adalah SMP 4 SATU ATAP yang bertempat di SDN Raci. Setelah dirasa untuk program SMP 4 SATU ATAP dari pihak pemerintah pusat tidak muncul-muncul. Akhirnya program SMP 4 SATU ATAP dibantu dengan APBD, dengan harapan dapat membangun sekolahan yang sederhana, yaitu satu atap dengan jumlah 3 ruang kelas yang berlokasikan didaerah selatan jalan raya tepat di belakang kantor Beacukai dikawasan PIER, untuk mendapatkan lokasi itu sendiri, juga dibantu oleh Bpk. Tomo Kades Raci waktu itu.

Tahun ke tahun SMP 4 SATU ATAP tambah meningkat, dan dapat dibilang seimbang dengan SMPN yang ada di Bangil. Dan jumlah muridnya pun semakin bertambah meningkat, sehingga sampai-sampai banyak calon murid yang tertolak untuk dapat belajar disekolah SMP 4 SATU ATAP ini, yang dikarenakan kuota ruang kelas yang kurang memadai. Di rasa kurangnya fasilitas belajar dan ruang kelas yang minim, pihak Pemerintah memutuskan untuk membuat program pengembangan terhadap SMP 4 SATU ATAP ini dijadikan Lembaga Pendidikan SMPN 4 Bangil. Dengan alamat tempatnya telah diusulkan didusun kampung baru desa Gerongan yang lokasinya tepat didepan Ponpes Al Hasyimi, yang mana Ponpes Al Hasyimi juga memiliki lembaga pendidikan Mts yang setara juga dengan Smp.

Setelah dirasa lokasi tempat yang akan dibangun sekolahan SMPN 4 Bangil cocok, pihak terkaitpun menurunkan team a pre sell untuk negosiasi dengan pihak pemilik tanah yaitu Bpk. Asmu’in. Dari hasil negosiasi antara pemilik tanah dengan team a pre sell, di temukanlah titik harga dengan nilai nominal
Rp. 369000 per meternya. Dengan membawa bahan pendukung berupa a pre sell dan fotocopy sertifikat tanah dengan atas nama Asmu’in.

Setelah pernyataan dari pihak Dinas pendidikan disampaikan, pihak LSM GMBI menyanggah banyak hal yang perlu diperhatikan. Hal yang perlu diperhatikan menurut M. Asyari ketua LSM GMBI adalah:
1. Terkait keselamatan,  yang notabene jalan menuju SMPN4 Bangil melitas rel kereta api yang tidak ada palang pintunya.
2. Dekatnya lokasi SMPN4 Bangil dengan Ponpes Al Hasyimi yang letaknya saling berhadapan.
3. Kurangnya komunikasi dan sosialisasi terhadap tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar.
Pihak dinas pendidikan pun menanggapi hal yang telah disampaikan oleh M.  Asyari bahwasanya terkait dengan safety akan mengusulkan untuk dibuatkan viaduk untuk keselamatan pengguna jalan. Dan dari pihak dinas pendidikan mengajukan permohonan maaf atas kurangnya komunikasi dan sosialisasi, serta akan mengundang pengurus ponpes Al Hasyimi dan pihak pemilik tanah bapak Asmuin.

Dipertengahan pembicaraan dari dinas pendidikan yang melontarkan kata akan mengundang pemilik tanah bapak Asmuin,  bapak Tomo kades Raci yang terpilih menyeletuk ” milik pak muslimin pak..!!! Pak Asmuin g onok wisan pak..!! Bahwa tanah yang disebut milik pak Asmuin ternyata sudah berpindah tangan milik bapak Muslimin dan Akta jual beli Tanah sudah selesai ditahun 2018 dan sudah dipetak petak untuk dijual kavlingan.

Mendengar argumen dari bapak Tomo dan melihat AJB milik bapak muslimin pihak dinas pendidikan akan mengkaji ulang mengenai hal tersebut.  Acara selesai dalam keadaan kondusif serta diujung acara ditutup dengan  berdoa bersama, lalu pihak dari LSM GMBI dan tokoh masyarakat menyerahkan surat pernyataan menolak pembangunan gedung SMPN 4 Bangil yang telah ditanda tangani oleh kurang lebih 2000 warga. ( llg/pas).

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button