JatimKriminalSidoarjo

Pekerjaan Jalan Di Sedati Diuruk Kupasan Aspal, LSM LPPR Lapor Penegak Hukum

Tampak pada gambar pekerjaan di uruk dengan kupasan Aspal.

Sidoarjo, Wartapos.id – Program pembangunan jalan aspal di Jalan Raya Terowongan Haji Sukur, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, diduga memiliki unsur pidana korupsi. Sebab, saat pelaksanaannya tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Moch Rusadi, sekretaris LSM Lembaga Pengaduan Dan Pembelaan Rakyat (LPPR) Jawa Timur. Dia mengatakan bahwa pekerjaan tersebut dilaksanakan pada periode 2021. “Dananya berasal dari Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK),” tutur Rusadi saat ditemui Wartapos, Rabu (12/04).

Dia menambahkan bahwa dari hasil temuannya, sebelum melakukan pengaspalan, para pekerja menguruknya dengan kupasan aspal.

“Sebelum mengaspal seharusnya dikicir dengan menggunakan tir (aspal cair). Selanjutnya diuruk dengan batu coral (batu belah) ukuran 2×3 ternyata di lapangan menggunakan kupasan aspal,” jelasnya.

Atas temuan tersebut, Rusadi mengaku akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Nanti kami akan koordinasi dengan penyidik Polda Jatim dan Kejati Jatim,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Kecamatan Sedati, Abu Dardak ketika dikonfimasi terkait temuan tersebut enggan berkomentar. Dia hanya menyarankan agar menemui Kasi Bang melalui stafnya yang bernama Lita.

“Sampeyan ke kantor saja temui Kasi Bang, stafnya Namanya Mbak Lita,” singkatnya.

Sedangkan Lita, saat ditemui di kantor Kecamatan Sedati mengatakan pekerjaan tersebut bukan dirinya yang mengerjakan. “Pekerjaan kami di sisi Timur,” ujarnya.

Dia mengaku bahwa semua pekerjaan dirinya yang menghitung RAB dan mengawasi pelaksanaannya. “Saya sendiri yang mengawasi. Yang menghitung juga. Kalau tahu diuruk itu ya saya stop,” katanya.

Saat disinggung terkait gambar dimana terdapat kupasan aspal untuk menguruk lapisan aspal tersebut, Lita membantah bahwa itu pekerjaannya. Padahal, bila dilihat dari gambar yang ditunjukkannya dan gambar pekerjaan yang diuruk aspal itu berada di lokasi yang sama.

“Bukan pekerjaan kami. Silahkan dikroscek itu pekerjaan siapa,” tegasnya.

Saat ditanya kembali terkait elevasi pengurukan yang saat ini kondisinya turun sehingga tergenang air Lita mengatakan hal tersebut wajar. “Ya wajar, dari tahun 2021 sampai sekarang. Sudah berapa tahun. Kan dilewati mobil motor,” ucapnya.

(Jay/S01)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button