Diduga Siswa SMP Di Lumajang Dikeroyok Teman Sekolahnya Hingga Memar, Wali Murid Lapor Polisi

foto ilustrasi (google)

Lumajang Wartapos.id – Siswa salah satu SMP Negeri di Lumajang diduga dikeroyok oleh teman Sekolahnya sendiri hingga mengalami memar dibeberapa bagian tububnya. Informasinya hal tersebut terjadi didalam lingkungan sekolah pada sabtu, (17/09/22).

Kejadian tersebut dilaporkan ke polisi oleh orang tua dari anak tersebut, dikuktikan dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STT-LP) Nomor: STTLP-B/326/IX/2022/SPKT POLRES LUMAJANG/POLDA JATIM, dengan pelapor atas nama CW (33) warga Jl. Wahid Hasyim III, Kelurahan Tompokkersan Kec. Lumajang.

CW (33) orang tua dari siswa yang diduga dikeroyok teman sekolahnya saat dikonfirmasi via telepon perihal dugaan atas pengeroyokan anaknya menyampaikan bahwa pihaknya sudah ke sekolahan namun tidak ada solusi dan bahkan pihak sekolah malah menuduh anaknya sebagai provokasi dari kejadian tersebut.

“Anak saya awalnya mau melerai temannya yang hendak berkelahi, namun malah anak saya yang menjadi bulan – bulanan temannya bahkan hingga mengajak kakak kelasnya untuk mengeroyok anak saya,” Ujar CW, jum’at (23/09/22)

Pihak sekolah sendiri terkesan abai dengan persoalan itu, dan bahkan pihak sekolah juga menyatukan komitmen dengan para pelaku untuk menyampaikan kalau persoalan itu hanya bercanda bukan perkelahian.

Namun ada saksi lain yang berani jujur dan saat ini juga mengaku takut tidak masuk sekolah, lantaran terancam oleh teman-temannya yang waktu itu mengeroyok korban. Saksi inilah yang saat ini bisa dimintai keterangan jika ingin mendapat informasi yang benar.

“Kenapa saya membawa persoalan ini ke Polisi, ya agar kasus serupa tidak terjadi pada siswa lainnya. Karena dari informasi yang kami peroleh, di sekolah tersebut tidak sekali ini saja kasus semacam itu terjadi, sudah berulang-ulang dan tetap dibiarkan,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala SMP tersebut saat dikonfirmasi via telepon perihal dugaan pengeroyokan siswanya, membantah bahwa hal tersebut bukan pengeroyokan tapi hanya saling dorong kemudian terjatuh.

“Itu bukan pengeroyokan, hanya bercanda terus dorong-dorongan dan kemudian jatuh, itu saja. Dan bahkan dia yang jatuh itu malah yang memprovokasi anak lainnya, sehingga terjadi dorong – dorongan,” ujarnya

Ketika disinggung kenapa wali murid lapor ke pihak berwajib, Kepsek menyampaikan bahwa itu hak yang bersangkutan namun pihak sekolah sudah memberikan klarifikasi ke pihak keluarga.

“Kami sudah ada kerjasama dengan Polres, ya gak papa dilaporkan ini sebagai pembelajaran atau latihan mengerti hukum, tidak ada maksud macem – macem semata untuk pembelajaran.” Pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hari Siswanto membenarkan adanya laporan dari orang tua siswa yang diduga dikeroyok oleh temannya sekolahnya dan saat ini sudah dalam proses lidik.

“Saat ini sudah proses lidik di unit PPA,” ucapnya singkat.

 

Reporter ; Nizar/Anwar