Mobil Di Modifikasi, Samarkan Buat Beli Solar Bersubsidi Di Gelandang Ke Kantor Polisi

 

Sidoarjo, Wartapos.id – Aksi yang di lakukan dua tersangka saudara R.A.S ( 24 ) tahun alamat Desa Tuna kecamatan Sepande kabupaten Tuban, dan saudara M (26) tahun alamat Tegal Bang kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Dengan dalih mencari
untung pribadi yang besar, secara sengaja memodifikasi mobil Elf yang di rubah tempat duduk belakang dengan di ganti tandon guna untuk membeli bio solar bersubsidi, di SPBU No 54.613.27 jalan Ki Hajar Dewantara Desa Kemangsen kecamatan Balong Bendo Sidoarjo. belum merasakan hasil dari menjual Bio Solar bersubsidi kedua tersangka keburu di di cokok Polisi Jumat ( 2/9/2022 ).

Dalam rilis di Mapolresta Sidoarjo Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan” kedua tersangka ini mencari kesempatan dan keuntuggan dikala pemerintah akan menaikkan harga BBM, dengan membeli eceran di setiap SPBU, solar solar itu di jadikan satu di tandon. Niat pelaku Bio Solar untuk di jual lagi. Dengan nominal pembelian harga perliternya dari SPBU seharga 5.150.00 kemudian di jual lagi dengan harga 70.000.00.

Masih kata Kusumo” ada sebuah unit mobil ELF Nopol W 7278 NB warna merah mengisi Solar namun dalam pembelian dengan nominal Lima Ratus Ribu Rupiah, kok lama ada kecurigaan dari masyarakat yang juga mengisi BBM, kemudian melapor ke Polisi , akhirnya di tindak lanjuti dan benar bahwa ada mobil ELF, membeli solar namun ada penyalagunaan dan etikad yang tidak semestinya. Mobil di modifikasi bangku belakang di lepas di ganti dengan tandon yang bila penuh isi dari tandon 750 liter. Kemudian tak menunggu lama kedua tersangka sopir dan kernet di gelandang ke kantor Polisi, ada beberapa barang bukti yang di amankan, mobil ELF warna merah Nopol 7278 NB, Surat Kir dan uang tunai 3.700.000 ujar pria ramah ini.

Kedua tersangka guna mempertanggung jawabkan atas perbuatannya di tuntut pasal 55 UU ayat ( 1 ) No 12 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi jo pasal 55 ayat ( 1 ) ke 1 KUHP menyalagunakan , pengangkutan bahan bakar Minyak , bahan bakar Gas yang di subsidi pemerintah dengan penjara 6 tahun atau denda paling tinggi 60.000.000.000. ( rif )