Polresta Sidoarjo Tindak Lanjuti Terkait Vidio Viral Terhadap Kekerasan Anak

 

 

Sidoarjo, Wartapos.id – Terjawab sudah pihak Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap adanya perlakuan seseorang, melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap anak. Sabtu (18/06/2022)

Kronologinya Berawal dari adanya video viral di media sosial terkait peristiwa dugaan adanya pukulan dan tendangan fisik terhadap anak yang diduga berlokasi di sebuah gudang di wilayah Desa Seruni kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo.

Pihak Polresta Sidoarjo menindaklanjuti atas pelaporan oleh orang tua korban kepada Polresta Sidoarjo pada hari Senin (30/05/2022 ) dan pada hari Kamis (02/06/2022).

Atas laporan itu tidak menunggu lama, segera tim dari Penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut dan berhasil melakukan identifikasi terkait dengan lokasi yang diduga sebagai Tempat Kejadian, Perkara (TKP) dan berhasil mengidentifikasi orang – orang yang terlihat dalam rekaman video yang lagi viral.

Pelaku tersebut yakni 4 (empat) perempuan dan 2 (dua) laki-laki kini status pelaku masih pelajar sekolah dan masih di bawah umur.

Dalam prakteknya Para pelaku( juga masih anak di bawah umur ), melakukan kekerasan fisik terhadap 5 (lima) anak dibawah umur dengan melakukan pemukulan ataupun menendang. Para pelaku melakukan kekerasan fisik terhadap para korban dikarenakan tersinggung dengan adanya gerakan korban dalam video pada live Instagram yang dianggap merendahkan gerakan kelompok beladiri. Adapun pelaku dan juga korban sama sama mengikuti kegiatan Bela diri di salah satu perguruan silat.

Adapun barang buktinya yaitu 1 (satu) buah HP merk OPPO A12 warna biru milik saksi R.R yang dipergunakan untuk melakukan perekaman peristiwa hari Jum’at tanggal 27 Mei 2022, dan 1 (satu) HP OPPO A5S Warna merah milik saksi M.A.R yang dipergunakan untuk melakukan perekaman peristiwa hari Sabtu tanggal 28 Mei 2022.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengungkapkan, Kepolisian saat ini kami tidak melakukan penahanan karena ancaman hukumannya dibawah 5 tahun dan pelaku masih dibawah umur.

Himbuan kepada orang tua” untuk memberikan pengawasan, dalam pergaulan dan apabila anaknya mengikuti kegiatan kelompok bela diri untuk memberikan wawasan tidak disalah gunakan untuk berbuat kekerasan atau menyakiti orang lain”. Imbau Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro saat Pers rilies di Mapolresta Sidoarjo.
.
Terkait dalam kasus ini persangkaan dikenakan Pasal 80 ayat (1) jo. Pasal 76C UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 202 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukumannya 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan. ( rif )