Diduga Sakit, Seorang Staf Setwan Bangkalan Meninggal Di Kamar Kos


Bangkalan, Wartapos – Diduga menderita sakit, salah seorang staf kantor Sekretariat Dewan (Setwan) Kabupaten Bangkalan meninggal dunia di kamar kos-kosannya di Kampung Tarogan Kelurahan Kemayoran, Bangkalan pada Minggu (13/06/2021). Dari informasi yang dihimpun, Staf Setwan tersebut bernama Junaidi berusia sekitar 50 tahun.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Binmas Polres Bangkalan, Iptu Suyitno, SH, MH saat dihubungi melalui sambungan telepon di lokasi kejadian. Suyitno mengungkapkan, “Evakuasi Penemenuan Jenazah atas nama Junaidi umur 50 pekerjaan staf Setwan DPRD Bangkalan bersama Pawas, 3 pilar, piket reskrim, SPKT, Puskesmas Kota.” Ungkapnya.
Suyitno lantas mengutarakan bahwa untuk membawa jenazah ke RSUD Syamrabu masih menunggu Ambulans, “Intinya saat ini masih belum dievakuasi, karena saat ini kondisi sedang dalam pandemi Covid-19. Apakah dia terkena covid atau tidak kita kan tidak tahu. Yang jelas, kita menunggu sudah 3 jam lebih ini menunggu dari rumah sakit. Kita kesulitan Ambulans dan kesulitan evakuasi. Terutama yang menggunakan APD. Ini menunggu mobil evakuasi dari RSUD Syamrabu. Walaupun disini ada Ambulans Puskesmas, namun diperintahkan untuk tidak mengangkut karena domainnya adalah rumah sakit.” Paparnya.
“Ini kami masih pengamanan, walaupun rekan-rekan banyak yang menggunakan APD, namun yang evaluasi harusnya dari pihak rumah sakit bagian mayat nantikan yang autopsi mereka,” pungkas Suyitno.
Sementara itu, Udin (tetangga kos) mengutarakan bahwa sekitar pukul 11.00 wib dirinya pulang dari toko tempatnya bekerja.
“Awalnya sudah ada tuan rumah disana posisinya. Tuan rumah niatnya memperbaiki lampu. Namun akhirnya bertemu dengan istri saya, istri saya menyampaikan ke tuan rumah jika bapak yang dikamar itu sakit. Akhirnya, istri saya meminta tuan rumah untuk melihat. Saat dilihat, tidak ada respon, ucapan Assalamu’alaikumsampai beberapa kali akhirnya ngobrol di luar sampai saya datang tadi.” Paparnya menceritakan.
Udin lantas melanjutkan, “Akhirnya saya yang melihat, melalui celah pintu. Tetapi tidak semua bisa masuk, karena jenazah itu kepalanya ada di posisi di belakang pintu. Jadi pintunya gak bisa dibuka. Saya Cuma bisa melihat dengan separuh badan sambil miring. Secara spontan saya bilang innalillah ke tuan rumah, akhirnya saya bilang ke ibu RT dan warga,” sambungnya menjelaskan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya staf Setwan Bangkalan tersebut. (Ahsan/red)





