Dugaan Praktek Percaloan SIM Terjadi di SMAN 4 Kota Malang

Dunia Pendidikan di Kota Malang Tercoreng
Ilustrasi Ujian SIM C

Malang, Wartapos – Dunia pendidikan di Kota Malang kembali tercoreng atas dugaan praktek percaloan pembuatan SIM di SMA Negeri 4 Kota Malang yang di share melalui group WhatsApp wali murid dengan biaya 750 ribu untuk SIM C dan 800 ribu SIM A tanpa tes.

Berdalih sangat sulitnya untuk mendapatkan SIM, Doni Andi Setiawan Humas SMAN 4 Kota Malang ketika dikonfirmasi media beberapa waktu lalu membenarkan dan menyampaikan bahwa dengan biaya tersebut menurut teman-teman sangat murah.

“Dengan sulitnya mendapatkan SIM, banyak teman-teman menanyakan kapan ada program SIM Kolektif yang setiap tahunnya ada, akhirnya kita carikan info dan mendapatkan ada alumni yang bekerja di bagian SIM” ungkap Doni

Lebih lanjut, Doni Andri Setiawan dengan santai juga menyampaikan bahwa praktek tersebut sudah terjadi sejak lama dengan modus bekerjasama salah satu alumni yang bekerja sebagai pegawai di kantor SIM Malang.

Bahkan selalu berdalih sulitnya mendapatkan SIM menurutnya wali murid, guru, staf dan murid bahkan keluarga lain dari staf SMAN 4 banyak yang berminat karena dianggap harga tersebut sangat murah.

Sementara Kasatlantas Polres Malang Kota AKP. Yoppi Anggi Khrisna S.Kom. S.I.K Mh ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon menegaskan pihak Lantas Polres Malang Kota tidak pernah ada kerjasama dengan pihak manapun dalam pembuatan maupun pengurusan sim seperti itu.

Humas SMAN 4 Kota Malang Doni Andri Setiawan

“Pihak Polresta Malang tidak pernah kerjasama dengan pihak manapun terkait pengurusan SIM, apalagi dengan sistem dan model seperti itu” tegasnya

Dengan kejadian tersebut, melalui Walikota LSM LiRA DPD Kota Malang Syarifudin Nahar memberi perhatian khusus terkait praktek tersebut. Dimana ini menjadi preseden buruk dunia pendidikan yang mengajarkan secara tidak langsung pada para siswanya untuk melanggar peraturan dan tindakan pelanggaran hukum.

Menurut Arif sapaan akrabnya, melalui sambungan telepon Kamis (10/06) dengan tegas menyatakan bahwa DPD LSM LiRA Kota Malang akan memberikan perhatian khusus pada kasus praktek percaloan SIM di SMAN 4 Kota Malang.

“Ini merupakan penyalahgunaan wewenang, Karena masalah ini dilakukan di lingkungan pendidikan oleh oknum ASN yang bekerja sebagai humas dimana seharusnya semua pekerja disana harus bisa memberikan tauladan dan pendidikan yang benar pada siswa dan wali murid yang ada” tegasnya.

“Namun faktanya praktek ini dengan segaja dan terbuka membuka praktek percaloan SIM yang sebenarnya ada aturan, syarat dan tes yang tidak mudah sebelum para pengedara dijalan ini menerima SIM tersebut” tambahnya.

Lebih lanjut Arif menegaskan lagi dari LSM LiRA DPD Kota Malang tidak akan tinggal diam dan akan melaporkan kasus ini pada diknas Provinsi Jawa Timur juga pihak terkait yang lainnya termasuk aparat penegak hukum karena menyalahgunakan wewenang.

“Agar semua oknum pelaku diambil tindakan tegas agar tidak bisa lagi mengulangi perbuatannya. Selain itu kami juga akan melakukan penyelidikan khusus karena ada indikasi terjadinya praktek korupsi yang terstruktur” ungkap Arif. (DD)