Pengadilan Agama Surabaya Terindikasi Terbitkan Surat Penetapan Palsu, Panitera Emosi Minta ID Card Wartawan

Kantor Pengadilan Agama(PA),Jl,Ketintang Madya VI No 3 Surabaya,Beserta Bukti Surat Penetapan Palsu Lengkap Stampel Asli PA
Kantor Pengadilan Agama(PA),Jl,Ketintang Madya VI No 3 Surabaya,Beserta Bukti Surat Penetapan Palsu Lengkap Stampel Asli PA

Wartapos, Surabaya
Tingginya biaya pengurusan surat penetapan di Pengadilan Agama(PA) Jalan Ketintang Madya VI No 3 Surabaya, Patut di pertanyakan oleh masyarakat, ada apa kok mahal ?
Padahal pengurusannya hanya sekitar lingkungan pengadilan saja,dan juga dengan beberapa lembar surat penetapan yang jadi,kendati biayanya mencapai diatas Rp 5 juta selain itu selesainya bukan waktu singkat. Terbukti, saat Wartapos sebelumnya mencoba cari tahu kebenarannya,ternyata benar ketika bertanya ke salah satu Pengacara.
Terkait berapa biaya pengurusan penetapan, pengacara tersebut mengatakan biayanya di atas Rp 5 juta belum lagi biaya lainnya.
Namun yang menjadi pertanyaan selama ini, masyarakat atau pemohon ketika mengurus surat penetapan apapun, apakah dapat di pastikan keasliannya. Kendati demikian, Pengadilan Agama Surabaya yang sudah berstatus Klas 1 A, juga telah mendapat Sertifikat terbaik ISSO 2008, serta setumpuk piagam penghargaan yang juga baru dapat di tahun 2014 dan 2017.
Seperti Sebagai Peringkat Pertama dalam Kategori Administrasi Perkara Pengadilan Tk II, dari seluruh Pengadilan Agama se Jawa Timur. Dugaan masyarakat selama ini mulai mendapat titik terang, oleh temuan Wartapos di lapangan menerima data dari narasumber sebagai pemohon yang dapat di percaya. Seperti temuan data berupa surat penetapan yang di keluarkan tahun 2016, padahal pengurusannya di tahun 2017, dengan di bubuhi stampel asli dari Pengadilan Agama serta di tambah surat salinan juga.
Pemohon juga mengakui mendapat kan dari seorang perantara notaris, dan surat penetapan tersebut di uruskan juga oleh rekan kerjanya Pengacara yang biasa mengurus di Pengadilan Agama. Dugaan Wartapos semakin kuat, ketika investigasi berapa hari untuk mencari tahu kebenarannya, Nama dan alamat saksi yang menjadi saksi palsu dalam surat penetapan ternyata Fiktif alias tidak benar. Ditambah lagi kejanggalan yang ditemukan ketika wartapos datang ke Pengadilan Agama beberapa waktu lalu, dan mencoba mengecheck data berkas perkara secara online. Melalui website Pengadilan Agama Surabaya yang juga online ke Mahkamah Agung, di komputer yang tersedia di ruang dekat Informasi.
Kejanggalan tersebut mengagetkan Wartapos,ternyata dengan satu nomor Perkara tercantum jadi 3 (Tiga) Nama Pemohon Perkara yang berbeda, sontak saja Wartapos pun kaget dan terheran juga langsung mengambil Photo untuk sebagai bukti. Saat itu juga Wartapos mencoba konfirmasi ke Ketua Pengadilan, namun di katakan staf pegawai sedang keluar rapat, dan akhirnya yang menemui wartapos ketika itu Humas Pengadilan yang merangkap Hakim yaitu Drs,Muhi Ahmad,B,MH Saat di wawancarai mengatakan “kalau pelayanan di pengadilan agama Surabaya Jika ditemui adanya penyimpangan silakan lapor kami meskipun hanya gelagat saja”Katanya.
Muhi Ahmad membantah jika adanya temuan wartapos dan terkesan santai tidak kaget,serta tidak percaya jika ada surat penetapan palsu di buat di pengadilan agama. Tidak lama berselang wartapos kaget ternyata Ketua Pengadilan Suhadak,SH ada di dalam kantor, bersama Panitera Abdul Syakur Widodo,SH ,Meski Humas saat itu mengatakan jika Ketua PA tidak ada. Selanjutnya Wartapos di ajak masuk di ruangan Panitera oleh Suhadak Ketua Pengadilan Agama dan di dampingi Panitera,lalu tidak lama kemudian pertemuan hanya singkat saja,karena tujuan konfirmasi Wartapos terkait temuan data palsu tidak di percaya.
Wartapos menyayangkan, sikap Syakur selaku Pejabat Panitera saat itu terkesan emosi tidak mengakui adanya temuan, sambil meminta paksa ID Card Wartapos alasan untuk di photo copy, meski sebelumnya wartapos tidak bersedia memberikan. Panitera mengatakan dengan sedikit nada emosi“Bapak kan sudah mencatat nama saya jadi saya pun mencopy ID Card bapak juga kalau memang benar ada temuan seperti itu silakan laporin”tantang Panitera sambil mengatakan sudah ya kami mau keluar ada rapat.
Pada akhir konfirmasi tersebut,Ketua Pengadilan Agama Suhadak juga menantang tidak takut dan mempersilahkan Wartapos, meskipun di lapori ke Mahkamah Agung, ketika Wartapos menanyakan bagaimana jika masalah ini di ketahui Mahkamah Agung ”Silakan Saja”kata Suhadak.(Jhon Saragih)