
Malang, Wartapos.id – Dugaan hilangnya 5 unit kendaraan roda 4 yang merupakan aset Milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di Bagian Umum, Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkot Malang saat dikonfirmasi justru melempar jawaban ke Bagian Humas Pemkot Malang.
Melalui pesan WhatsApp Rabu (18/3), Kabag Umum Prayitno menjawab dengan singkat. “Wa alaikum salam, bisa konfirm ke Pak Nur Widiyanto, Plt Kabag Humas,”.
Sementara, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Malang, Nur Widiyanto, saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak dijawab.
Namun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, ia mengatakan bahwa setelah dilakukan pemuktahiran data dan telah terekam serta terkonfirmasi BPK, kendaraan sebagaimana dimaksud secara fisik masih ada.
“Terkait hal tsb dpt kami infokan :
– bahwa LHP BPK yg dikutip mrp tahapan audit awal
– setelah dilakukan pemuktahiran data dan telah terekam serta terkonfirm BPK bahwa kendaraan sebagaimana dimaksud scra fisik masih ada,” kata pria yang akrab disapa Wiwid.
Perlu diketahui, diberitakan di wartapos.id sebelumnya, bahwa 5 unit mobil Aset Milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang diduga hilang setelah tertuang di dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Malang tahun anggaran 2019.
Di dalam LHP BPK tersebut disebutkan bahwa, terdapat sebanyak 5 unit kendaraan roda 4 yang tercatat di Kartu Inventaris Barang (KIB) C di Bagian Umum Pemkot Malang, senilai Rp 629 juta sekian tidak diketahui keberadaannya.
Di antaranya, Station Wagon keluaran Tahun 2003 dengan type T Kijang KF Spr, bernomor rangka MHF11KF8330080667, Nomor Mesin 7K0605326, Nomor Polisi N 790 AP seharga Rp 147 juta.
Yang ke dua type Toyota Innova V/MT, tahun keluaran 2009, bernomor rangka MHFXW43G194044564, nomor Mesin ITR8778266, nomor Polisi N 987 AP, nomor BPKB F9637869J seharga Rp 262 juta.
Ketiga type Inova, tahun perolehan 2009, bernomor rangka MHFXW42G992138625, nomor mesin 1TR6760165, nomor Polisi N973AP, nomor BPKB F9112496J, seharga Rp 218 juta.
Dan yang keempat, mobil jenis Sedan tahun 2012, tidak disebutkan nomor rangka, nomor mesin, nomor polisi, nomor BPKB. Dan hanya disebutkan harga perolehan senilai Rp 1.300.000.
Reporter : Dadang





