

BANGKALAN, Wartapos.id – Baru usai Bupati Bangkalan menyampaikan Konferensi pers terkait perubahan status dari Siaga Darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona menjadi Tanggap Darurat Bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Kabupaten Bangkalan pada Jum’at (10/04/2020) siang telah beredar video laporan yang dibuat oleh anggota PJR Polda Jawa Timur saat memberikan pengawalan dari Rumah Sakit menuju rumah duka.
2 (dua) video tersebut masing-masing berdurasi 00:55 dan 00:41 beredar secara cepat dan luas di WhatsApp grup. Petikan suara petugas yang terekam dalam video 00:41 antara lain,”Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi komandan, saat ini untuk Kijang kosong – kosong enam, Sat PJR Ditlantas Polda Jatim, Giat pengawalan dari jenazah Covid-19, saat ini tiba di kediaman dari jenazah tersebut. Di kecamatan Burneh, Bangkalan, Jawa Timur komandan. Demikian yang dapat kami laporkan komandan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,”

Isi dari Video tersebut sempat meresahkan warga baik di Kabupaten Bangkalan maupun di luar Kabupaten Bangkalan. Keresahan tersebut di respon dan diklarifikasi oleh Kapolsek Socah, Bangkalan. AKP Hartanta saat dihubungi melalui sambungan telepon dan WhatsApp menyampaikan bahwa jenazah tersebut bukan karena penyakit menular (Covid-19).
“Bukan (Covid-19) mas, tetapi Diabetes. Surat keterangan (diatas) menerangkan bahwa NEGATIF penyakit menular,” Jawab Hartanta menjelaskan.
Hartanta mengaku kecolongan atas informasi tersebut sehingga dirinya langsung turun ke rumah duka untuk menge-cek fakta-faktanya.”Dokter PHC yang kurang ajar beri info ke PJR Covid-19,” ujarnya geram.
Sementara itu, saat wartapos mendatangi rumah duka, Sholihin (meminta alamat rumah duka dirahasiakan), seorang keluarga almarhum mengaku terkejut saat didatangi oleh petugas kepolisian dan koramil Socah.
“Bapak- bapak tadi, termasuk Bhabinkamtibmas dan bhabinsa memfhoto surat yang dari rumah sakit. Kami tidak mempermasalahkan video itu. Yang penting masyarakat tidak perlu resah karena orang tua kami meninggal dunia bukan karena Covid-19 melainkan karena usia dan penyakit yang tidak menular,” tuturnya.
Jurnalis : Ahsan
Editor : Samsul Hadi





