BangkalanJatim

Karya Bakti Renovasi RTLH Kerjasama Pemprov Dengan Lantamal V Resmi Ditutup

Penutupan RTLH oleh Gubernur

BANGKALAN, Wartapos.id – Dengan dibunyikannya Gong oleh Gubernur Jawa Timur, Drs. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si menjadi penanda berakhirnya Karya Bakti Renovasi RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V (Lantamal V) Surabaya. Seremonial penutupan Karya Bakti tersebut dilaksanakan di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan, Jalan Letnan Abdullah Bangkalan pada Minggu (29/12/2019).

Dalam laporannya, Kepala Dinas Potensi Maritim Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V (Kadispotmar Lantamal V Surabaya), Letkol Laut (T) Bagus Arianto, menyampaikan selesainya Program Renovasi RTLH yang dilaksanakan hasil kerjasama Pemprov dengan Lantamal V Surabaya dilaksanakan di 4 (empat) Satuan Pelaksana (Satlak). Pertama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batuporon dengan jumlah 225 unit, terdiri dari Kabupaten Bangkalan, Sampang dan Pamekasan. Satlak ke-dua dilaksanakan oleh Satlak Lanal Malang sejumlah 187 unit, Ketiga Satlak Lanal Banyuwangi sebanyak 265 unit dan ke empat Dispotmar Lantamal V sejumlah 190 unit.

Kriteria Renovasi RTLH menurut Kadispotmar,”Kami pilih kriteria rata-rata lantai rumah masih berupa tanah, belum di plester, kemudian dinding rumah masih dari bilik bambu, rumah belum standar yaitu belum ada jendela atau ventilasi udara, yang utama tanah dan bangunan milik pribadi. Selain itu tidak memiliki aset lain selain rumah dan tanahnya, kriteria terakhir pekerjaan pemilik rumah tidak tetap atau dibawah UMR atau juga janda atau Jompo,” paparnya dalam sambutan laporan.

Gubernur Jawa Timur, Drs. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si usai seremonial penutupan Karya Bakti menyampaikan bahwa untuk tahun 2019 karya Bakti tersebut selain bekerjasama dengan Lantamal V Surabaya, Pemprov juga bekerjasama dengan Kodam V Brawijaya.

“Selain Kerjasama dengan Kodam V Brawijaya, Pemprov melaksanakan Karya Bakti ini juga bekerjasama dengan Lantamal V Surabaya, maka ada Satlak Banyuwangi, Satlak Malang, Saya ingin menyampaikan yang Batuporon ini ya. Ada Bangkalan, Sampang dan Pamekasan. Kedepannya kita ingin menyiapkan yang lebih berkualitas sebagai sebuah hunian. Maka kita sebutlah Rumah Tinggal Layak Huni, pasti Indeksnya menjadi berbeda. Kita berharap rumah itu layak ditinggali. Ketika Jamban berbasis rumah tangga juga kita siapkan. Kemudian elektrifikasi juga bisa langsung dipasang. Sehingga penghuni rumah ini masuk rumah dalam keadaan listrik sudah masuk, jamban sudah ada, kamar mandi sudah ada,” tutur Khofifah (sapaan akrab Gubernur Jawa Timur) menjelaskan. “Tapi dua standar itu sekarang belum masuk,” imbuh Khoflfah.

Sementara itu, Komandan Lantamal V Surabaya, Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono, SH, CHRMP menyampaikan terkait pelaksanaan renovasi rumah tidak layak huni dipelosok desa berhasil dilaksanakan tanpa menemukan kendala yang begitu berarti.

“Meski lokasi sulit dijangkau, tapi berkat kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan petugas dilapangan kita telah melaksanakan itu dengan baik,” tuturnya.

Hadir dalam seremonial penutupan program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni antara lain para Pejabat di lingkungan Pemprov Jawa Timur, Pejabat Lantamal V Surabaya, Para Komandan Pangkalan TNI Al, Bakorwil Pamekasan, Bupati Bangkalan beserta Ibu Ketua Penggerak PKK, wakil dari Bupati Sampang (Sekda), Dandim 0829/Bangkalan, Kapolres Bangkalan, Kajari Bangkalan serta kepala OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan.

Usai Seremonial penutupan, Gubernur Jawa Timur beserta rombongan bergerak meninjau hasil Renovasi RTLH di Kecamatan labang, Bangkalan. Dalam kesempatan tersebut sekaligus menyerahkan santunan kepada para penerima manfaat serta anak yatim.

Perlu diketahui, Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kerjasama Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2019 yang dibuka pada Rabu (21/08/2019) yang lalu di Alun-alun Kabupaten Lamongan telah melaksanakan renovasi RTLH sebanyak 867 unit rumah terpilih di kawasan pesisir Jawa Timur. Adapun rinciannya Rumah yang direnovasi itu tersebar di pesisir Kabupaten Probolinggo 60 unit, Pasuruan 100 unit, Lamongan 84 unit, Tuban 26 unit, Bangkalan 31 unit, Sampang 10 unit, Pamekasan 159 unit, Banyuwangi 115 unit, Situbondo 65 unit, Jember 30 unit, Malang 25 unit, Trenggalek 50 unit, Tulungagung 32 unit, Blitar 30 unit, dan Pacitan 50 unit. (San)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button