Kapolres Tepis Isu Bahwa Pelaku Pembuatan Mercon Membayar 25 juta Untuk Pembebasannya

 

potongan postingan Evi hilman terkait isu pelaku mercon membayar 25 juta untuk pembebasannya

Lumajang Wartapos.id – Sempat viral di group facebook sahabat MAS yang ditulis oleh akun evi hilman yang menyatakan kalau kasus pembuat mercon beberapa waktu yang lalu dilepas karena membayar sejumlah uang. dalam potongan tulisannya menyatakan bahwa korban membayar uang 25 juta kepada seseorang untuk pembebasan tersangkan pembuat mercon.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH, rabu (12/06/2019) langsung mendatangi rumah pelaku mercon dan menemui imam, wahid dan seluruh keluarganya untuk mencari informasi, siapa oknum yang meminta uang 25 jt seperti yang di posting akun evi hilman. Tapi dari pertemuan dengan Kapolres mereka (Imam, wahid dan keluarga besar mereka) merasa tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun, dan mereka tidak tahu bagaimana isu fitnah itu bisa muncul dan menyebar. Selama ini tidak pernah ada yang klarifikasi kepada mereka.

Imam mengatakan “saya tidak tau pak tentang isu tersebut, bahkan saya baru mendengarnya tadi pagi melalui medsos kalau ada kabar saya dan wahid mengeluarkan uang 25jt untuk dibebaskan dari ancaman penjara. apa yang disampaikan ibu evi hilman sebagai fitnah, kami tidak pernah di tanyakan oleh dia” ujar imam

Kapolres dan tim cobra datangi rumah pelaku pembuatan mercon untuk klarifikasi isu pembayaran 25 juta

Sedangkan Rifai bapak Imam mengatakan “jangankan uang 25 jt pak uang 1jt pun kami tidak pernah punya wong penghasilan kami saja perharinya hanya 25 ribu dan itu untuk membeli beras” ujar Rifai

Wahid pun mengungkapkan“kami berdua hanya pekerja serabutan pak mana ada kami memiliki uang sebanyak itu untuk” ucapnya

istri wahid juga mengungkapkan “saya dan suami saya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari saja sudah susah apalagi untuk memberikan uang sebanyak itu. Semua itu bohong pak fitnah itu”

Kapolres sendiri telah merilis hasil pertemuannya di facebook group sahabat MAS, yang mengklarifikasi sampai saat ini belum ada bukti kalau pelaku mercon membayar 25 juta kepada seseorang supaya dibebaskan dari masalah hukum. adapun bunyi klarifikasi dari Kapolres di facebook Groups Sahabat MAS “ Kepada Yth member Group sahabat M.A.S

“Saya sudah datang langsung menemui keluarga pelaku mercon. komunikasi intensif kami lakukan untuk mengorek informasi simpang siur yang beredar. Imam dan Wahid (Pelaku mercon) beserta keluarga besarnya semuanya kompak mengatakan tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun untuk pembebasan mereka.

Dalam pembicaraan, saya perhatikan mulai dari mimik, gesture serta arah bicaranya untuk memastikan ada kebohongan atau tidak. tapi saya menangkap kesan kejujuran yang disampaikan. mereka sendiri bingung dengan informasi liar yang beredar yang mengatakan mereka mengeluarkan sejumlah uang untuk pembebasan mereka.

Untuk benar-benar meyakinkan saya, semua tekhnik introgasi saya lakukan, dengan cara menghubungkan satu perkataannya dengan perkataan berikutnya sekaligus saya konfrontir dengan keluarganya yang lain. hasil analisa saya, apa yang disampaikan oleh imam, wahid dan keluarganya tidak bohong. mereka bisa meyakinkan kami kalau mereka tidak pernah pengeluarkan uang sepeserpun untuk pembebasan mereka.

Dan perlu di ketahui profil pekerjaan mereka adalah buruh tani yang di upah sebesar 25 ribu – 30 ribu perhari. mereka juga tidak punya sapi sebagai tabungan. Bahkan mereka mengatakan tidak pernah memegang uang sejumlah 25 juta rupiah.

Jadi kalau ada isu di masyarakat yang mengatakan mereka memberikan Rp 25 juta kepada oknum tertentu supaya dilepas, rasanya tidak mungkin. Bagi mereka uang Rp 25 juta itu sangatlah besar.
Setelah ini, saya tentu akan meminta informasi dari yang mengeluarkan statemen. mungkin ibu evi memiliki informasi valid, untuk bisa kami telusuri” terang Arsal.

“langkah awal dengan mendatangi langsung korban sudah kami lakukan, dan korban merasa tidak pernah mengeluarkan uang. langkah kedua, saya ingin pastikan langsung dari ibu evi, supaya semua bisa terklarifikasi. saya sangat berterima kasih bila ibu evi mampu membantu saya mengungkap kasus ini” Pungkas Arsal (nzr/war)