Lumajang
Polemik Pendamping PKH Dan Agen BPNT, Kades Yosowilangun Kidul Angkat Bicara

Lumajang Wartapos.id – Terkait adanya polemik antara salah satu pendamping PKH Kecamatan Yosowilangun yang bernama Rini dengan agen BPNT yang bernama Hendrik di Desa Yosowilangun Kidul (Yoskid) membuat Kepala Desa Yosowilangun Kidul Zainul Anwar angkat bicara.
Ditemui diruang kerjanya Zainul Anwar turut prihatin atas persoalan yang menimpa warganya yang menjadi agen BPNT di desanya, Zainul juga membenarkan atas pemberitaan sebelumnya dimana menurut keterangan Hendrik selaku agen BPNT Desa Yosowilangun Kidul, merasa tidak nyaman atas perlakuan Rini, dimana Rini selaku pendamping marah karena uang yang diberikan kepadanya tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
“Hendrik sudah saya panggil ke kantor desa dan dia juga menyampaikan seperti yang sudah diberitakan dimana Rini marah saat permintaannya tidak dipenuhi, sebelumnya Hendrik memberi Rini uang 800 ribu, kedua 650 ribu dan yang ketiga 350 ribu, dari situ Rini mengatakan pada Hendrik kalau segitu kurang, dan dengan kekuatannya Rini memindahkan para KPM ke agen lain, ada yang ke Desa Tunjungrejo, dan ke Desa Kebonsari, begitu keterangan Hendrik pada saya” Terang Kades Yosowilangun Kidul
“Saya sendiri sudah klarifikasi dengan Rini, alasan Rini karena Hendrik dalam memberikan pelayanan tidak maksimal dan sering bentak – bentak pada KPM” Tambah Zainul Anwar
Lebih jauh Kades Yosowilangun Kidul menerangkan bahwa Rini saat ditanya soal uang tersebut mengatakan “kalau dikasih 300 ribu ya kurang saya pak inggi, karena anggota saya 4 orang” Ujar Zainul anwar menirukan bahasa Rini
Kades Yosowilangun Kidul berharap program BPNT ini sesuai dengan peruntukannya dan jangan sampai ada masalah di dalamnya.
“Terus terang mulai awal saya tidak tahu terkait program ini, siapa penerimanya, siapa kelompoknya, bagaimana caranya bahkan saya selaku Kepala Desa tidak pernah dipamiti oleh PKH terkait kegiatan tersebut, saya juga pernah minta data pada PKH terkait siapa saja warga saya yang menerima bantuan ini namun pada kenyataannya sampai sekarang saya tidak tahu” Sloroh Zainul Anwar
Hal senada juga disampaikan oleh Kaur Kesra Desa Yosowilangun Kidul bahwa dirinya juga pernah meminta data penerima bantuan tersebut namun tidak pernah dikasih tahu secara pasti.
“Saya pernah minta data tersebut pada Rini namun tidak dikasih tahu semuanya siapa saja penerimanya” Tutur Ishak.
“Saya juga sudah mendengar masalah ini dan bahkan ada kartu yang dicabut oleh Rini dengan alasan si pemilik kartu KPM 3 kali tidak mengikuti arisan yang di bentuknya”. Pungkasnya.
Dari polemik tersebut diharapkan perhatian khusus dari pemerintah agar semuanya lebih jelas seperti apa yang seharusnya dilakukan oleh setiap penyelenggara Negara disaat ada sebuah program dari pemerintah (nzr/war)



