Rakyat Jatisari Kecamatan Kedungjajang Du Musim Kemarau Membutuhkan Air Bersih

Lumajang, Wartapos.id – Kemarau panjang merupakan srbuah kendala bagi Pemdes untuk melaksanakan prigram pembangunan di segala bidang,air bersih merupakan sebuah kebutuhan bagi warga srtiap harinya dengan adanya kemarau panjang baik pemdes maupun rakyat sangat membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhannya.
Kepala desa Jatisari kecamatan kedungjajang sa’at di temui Wartapos memaparkan bahwa selama musim kemarau panjang pembangunan yang sedang di laksanakan membutuhkan air dan pihaknya dengan terpaksa sekali membeli air menggynakan mobil tangki berisikan 5000 liter seharga Rp.225.000,- per tangkinya,dengan demikian biaya pembangunan yang sedang di kerjakan membengkak sehingga biaya pembelian air masuk ke RAB tanpa air pihaknya tidak bisa mengerjakan pembangunan dengan sebaik mungkin.
Pada tahun ini pemdes jatisari pembangunan di tahap pertama yang sudah di kerjakan pipanisasi di alokasukan ke dusun darungan tiap rumah sudah terpasang kran sehingga warga tinggal menghidupkan kran air mengalir,namun sa’at ini masih kekeringan dan kita semua sangat membutuhkan air bersih.
Nurul Yakin menambahkan tahun ini pihaknya mendapatkan bantuan PSP atau warga yang kurang mampu pada awalnya mendapatkan 30 KK namun ada ferivikasi yang mendapatkan bantuan 22 KK/ yunit rumah layak huni dengan anggaran per yuni Rp.15.000.000,- selaun itu pihaknya juga nendapatkan bantuan pemerintah pusat program pisau yaitu jalan penghubung antara desa jatisari dengan desa bandaran lebar 5m panjang 375m rabat beton dan jembatan 25m.
Desa Jatisari juga mendapatkan dana BKK sebesar Rp.45.000.000,- digunakan pembuatan jalan rabat beton menuju ke TPU Nurul Yakin dalam pelaksanaan pembangunan sebelumnya mengundang tokoh masyarakat,tokoh agama,pemuda,BPD serta melibatkan warga dengan tujuan menghindaru kecemburuan sosial sebab sekarangvadalahbera keterbukaan.
Di singgung tentang program yang sedang dikerjakan maupun sudah selesai memakai rabat beton…Nurul Yakin menambahkan bahwa untuk desa jatisari tanah adalah tanah gerak apabila kita membangun infrastruktur langsung dengan cara pengaspalan yang jelas tidak akan tahan lama apabila kita awali dengan rabat beton dan tahun berikutnya oengaspalan hasilnya sangat bagus.
Nurul yakin sangat iba dan memikirkan warga jatisari berpenduduk 3.075 jiwa saat ini warganya untuk mendapatkan air bersih dengan cara membeli tempat untuk mendapatkan air bersi cukup jauh,pihaknya perna ditawari bantuan pansimas senilaibRp.500.000.000,- namun Nurul Yakin memberikan dua opsi pemerintah bisa memberikan jalan keluarnya yaitu pemdes jeruk mau memberikan tempat hak paten air bersih ke desa jatisari dan opsi ke dua pemdes jatisari akan melakukan pengeboran sendiri namun pihak pansimas masih akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dan saat ini masih belum ada jawaban pungkasnya.(Budi)




