JatimKriminalLumajang

Pasutri Tewas Di Lapas Lumajang, Akibat Tenggak Sianida

Jenazah Pasutri yang tewas di Lapas Lumajang

Lumajang, Wartapos.id – Pasangan suami istri (pasutri) yang meninggal dunia di Lapas kelas IIB Lumajang tepatnya di ruang besuk pada jumat (31/08/2018) yang lalu masih menyisakan sejumlah pertanyaan, dimana akibat kematiannya belum diketahui pasti apa penyebab dan motifnya.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran SH M.Hum, pada sejumlah awak media di ruang kerjanya Kamis (6/9/2018) meyampaikan bahwa hasil uji laboratorium forensik terkait meninggalnya pasutri di lapas kelas IIB Lumajang tepatnya diruang besuk beberapa waktu yang lalu ternyata adalah akibat meminum racun sianida.
“Dari Hasil uji di labfor, bekas botol dan gelas yang kita temukan di TKP, ada kandungan zat sianida”, Ucap Kasat Reskrim

Lebih jauh AKP Hasran menegaskan bahwa pihaknya saat ini akan fokus pada penyelidikan terkait bagaimana sianida yang merupakan racun yang sangat mematikan ini bisa masuk kedalam lapas.

“kami saat ini fokus pada bagaimana racun sianiada bisa masuk kedalam lapas, kita akan melakukan penyelidikan dan ini merupakan target utama kami”, Tegasnya.

Untuk diketahui bahwa pasutri yang meninggal dunia di Lapas Lumajang salah satunya merupakan tahanan titipan dari Polsek Kota Lumajang yang tersangkut kasus penipuan dan penggelapan, tahanan tersebut bernama Rasit warga Kecamatan senduro.

Dari informasi yang kami terima, saat itu Fatimah yang merupakan istri dari Rasit bersama Burawi (ibu dari Rasit) menjenguk korban di Lapas dengan membawa makanan yang sudah melalui proses pemeriksaan oleh petugas Lapas sebagaimana mestinya dan diperkenankan untuk masuk ke dalam Lapas.

Saat berada di areal kunjungan keluarga tahanan/narapidana, Rasit membawa satu botol air mineral dan meminta gelas plastik di kantin Lapas, kemudian menuangkan air dari botol mineral ke gelas dan diminum secara bersama-sama dengan istrinya. Tak selang beberapa saat kemudian, keduanya kejang masih dalam posisi duduk berpelukan, kontan saja kejadian tersebut membuat heboh lapas kelas IIB Lumajang, pihak lapas saat itu langsung memanggil tim medis, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata keduanya dinyatakan telah meninggal dunia.(nzr)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button